Jelang Ramadan, Pembersih Makam di Kaliputu Bisa Kantongi Rp 1 Juta Sehari

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, KALIPUTU – Langit di ufuk barat mulai memerah saat banyak warga memanjatkan doa di Makam Sedo Mulyo, Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus. Terlihat pula beberapa orang tampak sibuk membersihkan makam. Satu di antaranya Kasdono (54). Dia membersihkan makam karena diminta sejumlah peziarah dan berharap mendapat imbalan.

Sejumlah orang membersihkan makam di Kaliputu, Kota, Kudus 2017_5
Sejumlah orang membersihkan makam di Kaliputu, Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai membersihkan makam, pria yang akrab disapa Dono itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang pekerjaannya itu. Dia mengungkapkan mulai menjadi pembersih makam di sana sejak delapan tahun lalu. Menurutnya, dalam kurun waktu tersebut setiap menjelang Ramadan, dia beserta pembersih makam lainnya mendapatkan banyak mendapat permintaan peziarah.

“Setiap menjelang Bulan Puasa kami (pembersih makam) banyak mendapat permintaan dari peziarah. Biasanya sepekan menjelang Ramadan, masyarakat melakukan ziarah kubur. Dan para peziarah itu biasanya menggunakan jasa kami untuk membersihkan makam para leluhurnya. Selama ramai peziarah itu aku bisa mendapatkan upah antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta sehari.” ujarnya, kemarin.

Warga Desa Kaliputu, Kota, Kudus itu mengungkapkan, tidak mematok besaran upah untuk membersihkan makam. Dia mengaku menerima berapapun pemberian para para peziarah. Tapi, biasanya mereka memberi imbalan mulai dari Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, bahkan hingga Rp 100 ribu untuk satu makam.

“Bahkan beberapa peziarah itu ada yang memberi Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, biasanya itu yang datang daerah yang jauh,” ujar pria yang juga sering menjadi penggali kubur tersebut.

Senada dengan Dono, Santoso (54) yang juga sering diminta membersihkan makam di Makam Sedo Mulyo, mengatakan setiap sepekan menjelang Ramadan makam selalu ramai peziarah. “Makam Sedo Mulyo itu makam umum untuk beberapa desa. Oleh karena itu yang dimakamkan di tempat ini sangat banyak. Sehingga saat menjelang puasa itu selalu ramai peziarah,” ujarnya tanpa mau menyebut nominal.

Dia menambahkan, tahun lalu dirinya mampu mendapatkan uang Rp 1,5 juta sehari dari upah membersihkan makam. sama dengan pembersih makam yang lain, dia juga mengaku tidak mematok harga tertentu. Hal tersebut dilakukannya karena tidak ingin membebani para peziarah.