Jembatan Selesai Dibangun, Kini Hasil Panen Milik Warga Dukuh Sudo Bisa Diangkut Truk

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, KANDANGMAS – Sejumlah orang terlihat sedang memanen tebu di dekat posko TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Dukuh Masin Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Tak berapa lama mereka membopong tebu untuk dinaikkan ke dalam truk. Untuk menuju bak truk, mereka harus melewati jalan beton yang baru diselesaikan TNI dalam progam TMMD regular ke-98 tahun 2017.

Jembatan di Desa Kandangmas hasil pembangunan TMMD TNI 2017_5
Jembatan di Desa Kandangmas hasil pembangunan TMMD TNI. Foto: Imam Arwindra

Jalan sepanjang 200 meter dengan lebar tiga meter juga tampak dilewati pengendara motor untuk menuju ke sawah. Masyarakat setempat yang sawahnya berada di Dukuh Sudo Desa Kandangmas juga harus melewati jembatan berpagar hijau, yang juga baru saja diselesaikan dalam progam TMMD regular ke-98.

Menurut warga Dusun Masin Desa Kandangmas Sunanto (48), adanya jalan beton baru dan jembatan penghubung Dukuh Masin dan Dukuh Sudo, sangat membantu warga setempat. Terutama dalam menunjang perekonomian. Sebelum jalan beton dan jembatan dibangun, untuk menuju sawah yang berada di Dukuh Sudo, dirinya harus berjalan kaki. Karena harus melewati sungai yang membelah kedua dusun.

“Kalau mau naik motor ya harus muter,” ungkapnya sambil mengecat buk yang berada di atas jalan beton, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan tersebut juga sangat membantu saat masa panen tiba. Lahan persawahan yang berada di Dusun Sudo ditanami laos, kencur, telo dan tebu. Saat masa panen tiba, warga setempat menggunakan truk untuk mengangkut hasil panen.

“Sebelum ada jembatan, truknya tetap masuk sungai. Namun kesulitan. Sekarang bisa lebih mudah setelah jembatan dibangun,” ungkapnya.

Sunanto berterima kasih kepada TNI yang mau membangun fasilitas umum di desanya. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan lewat progam TMMD sangat membantunya. Dirinya bisa lebih mudah pergi ke sawah. Saat masa panen pun truk pengangkut hasil panen bisa lebih dekat dan mudah.

“Kalau ada progam TMMD lagi. Penguhubung Desa Cranggang dan Dusun Masin sejauh dua kilometer bisa diusulkan untuk dibangun,” tambahnya.

Sementara itu, Assisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Angkatan Udara (Aspotdirga Kasau) Marsekal Muda TNI Agus Munandar yang melakukan evaluasi terakhir TMMD di Desa Kandangmas menuturkan, progam TMMD untuk meningkatkan pembangunan daerah. Dengan pembangunan yang bisa dilakukan lebih cepat, masyarakat akan mampu meningkatkan perekonomiannya.

“Tentu kegiatan ini (TMMD) memberikan dampak postif untuk masyarakat. Terutama untuk meningkatkan perekonomian,” ungkapnya saat mengecek jembatan.

Perwira tinggi bintang dua tersebut menjelaskan, sebelum diberi nama TMMD, dulunya kegiatan yang dimaksud bernama ABRI Masuk Desa (AMD). Kegiatan tersebut dimulai sejak tahun 1980. Setiap tahunnya diadakan dua tahun. Namun untuk tahun 2017, Markas Besar TNI (Mabes) menambah menjadi tiga kali dalam setahun. Progam TMMD tambahnya, tidak hanya dilakukan matra TNI Angkatan Darat saja. Melainkan juga tiga matra TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut.

“Kegiatan ini positif untuk masyaakat. Yang asalnya masyarakat harus berjalan kaki dan mungkin menggunakan gerobak. Sekarang bisa dilalui dengan truk,” tambahnya.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0722 Kudus Letnan Kolonel Czi Gunawan Yudha Kusuma yang ditemui di lokasi TMMD memberitahukan, progam TMMD regular ke-98 tahun 2017 dimulai tanggal 5 April 2017 dan ditutup pada 4 Mei 2017. Menurutnya, pembangunan fisik yang dilakukan yakni pembuatan jembatan dengan panjang 12 meter, lebar empat meter dan tinggi enam meter.

“Selanjutnya, pembangunan jalan beton sepanjang 200 meter, lebar tiga meter dan tebal 15 meter. Selain itu juga akan ada pembangunan talud dengan panjang 50 meter, lebar 30 sentimeter dan tinggi 1,5 meter,” jelasnya.