Khoironi Tak Menyangka, Film Bintang di Langit Jakarta Hasil Garapan Anak-Anak

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PURWOREJO – Sejumlah orang tampak sibuk mengatur puluhan anak yang sedang asyik bermain di Gedung MWC NU Kecamatan Bae, Desa Purworejo, Kudus. Mereka diarahkan untuk duduk sebelum menyaksikan film yang akan diputar melalui projektor. Mereka akan bersama-sama menyaksikan film Bintang Di Langit Jakarta, untuk pertama kali dalam prelaunching. Satu di antara sejumlah orang yang mengarahkan anak-anak tersebut, yakni Ahmad Khoironi (27).

Prelauncing film Bintang di Langit Jakarta 2017_5
Prelauncing film Bintang di Langit Jakarta. Foto: Ahmad Rosyidi

Kepada Seputarkudus.com, Khoironi mengaku tak sabar ingin menyaksikan film garapan Omah Dongeng Marwah tersebut. Setelah menyaksikan, dia mengaku kaget, setelah mengetahui pembuat film Bintang di Langit Jakarta adalah anak-anak. Dia mengatakan tak menyangka, film garapan anak-anak itu sudah seperti film profesional. Menurutnya, akting dan pengambilan gambar pada film tersebut sudah sangat bagus.

Baca juga: Orion Tak Akan Lupa Saat Diusir Satpam Saat Pengambilan Gambar Film Bintang di Langit Jakarta

“Ceritanya juga bagus, tetapi terlalu singkat. Saya seperti kehilangan sebagian cerita karena ada beberapa adegan yang kurang lengkap rasanya. Kalau keseluruhan sangat bagus, saya sempat kaget setelah tahu film ini digarap anak-anak, jadi itu yang membuat istimewa,” ungkapnya, Sabtu (6/5/2017) malam.

Dia datang karena menjadi pendamping PAUD Semai, dari Jepara, yang sedang mengikuti Kemah Dongeng Pendidikan bersama Omah Dongen Marwah, memperingati hari Pendidikan Nasional. Dia berharap suatu saat diperkenankan berbagi ilmu perfileman di sekolah Semai, agar di sana juga bisa membuat film.

“Tadi juga ada guru dari Semai yang bilang kepada saya, dia juga pengen di sekolah belajar membuat film. Sepertinya guru-guru Semai juga tertarik belajar film melihat karya-karya anak Marwah. Jadi kami akan sangat senang kalau teman-teman Marwah mau berbagi ilmu perfilman,” terangnya sambil tertawa.

Orion Bima Wicaksana (15), kameramen dan editor film Bintang Di Langit Jakarta, mengaku banyak mendapat pengalaman dari proses pembuatan film tersebut. Dia menjelaskan film itu termasuk kategori film pendek, dengan durasi sekitar 30 menit.

“Kemarin sebenarnya ada festival film yang mau kami ikuti. Tapi tidak jadi, karena film kami durasinya masih terlalu panjang, jadi kami perlu memotongnya lagi. Film kami durasi 30 menit, dan untuk ikut maksimal 24 menit. Waktunya juga terlalu mepet, jadi lain waktu saja,” jelas Orion.

Orion juga menambahkan, pada akhir bulan Mei mereka akan melakukan launching film di sejumlah tempat. Di antaranya di Kudus, Salatiga, Semarang, Purbalingga dan Jakarta. Selain itu, mereka juga berencana akan mengikuti Festival film di Singapur dan Malaysia.