Kuota PKL Car Free Day Penuh, yang Berminat Bisa Masuk Daftar Tunggu

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Sepanjang Jalan Ahmad Yani selatan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, tampak banyak orang berlalu lalang. Mereka sedang berolahraga atau sekedar jalan-jalan pada Car Free Day (CFD). Tampak juga para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangannya di sisi timur dan barat Jalan Ahmad Yani hingga Gang 4.

Pedagang di Car Free Day Kudus 2017_5
Pedagang di Car Free Day Kudus. Foto: Imam Arwindra

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Sofyan Dhuri, terdapat 334 PKL yang menggelar dagangannya pada CFD. “Mereka berjualan di barat dan timur Jalan Ahmad Yani, namun hanya sampai Gang 4 saja,” tuturnya saat ditemui di kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus belum lama ini.

Dijelaskan, sebenarnya untuk berdagang di kegiatan Car Free Day cukup mudah. Masyarakat tinggal melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan foto terbaru lalu berkasnya diajukan ke Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Kabupaten Kudus. Petugas akan melakukan verifikasi data yang diajukan oleh calon pedagang. “Syaratnya mudah, yang penting dia (pedagang) benar-benar punya dagangan,” tambahnya.

Namun untuk saat ini, tutur Sofyan, PKL yang ada di kegiatan car free day diakuinya sudah penuh. Dijelaskan, pada CFD setiap Minggu ada 334 PKL yang membuka dagangannya dari pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Menurutnya, tempat yang diberikan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus sudah penuh.

“Untuk CFD yang digunakan hanya Jalan Ahmad Yani saja. Untuk Jalan Dr Ramelan dan Jalan Sunan Kudus tidak,” terangnya.

Barang dagangan yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani pun menurutnya diatur. Sofyan memberitahukan di sisi timur Jalan Jendral Ahmad Yani diisi dengan kuliner dan sisi barat jalan dagangan yang kering. Di antaranya, baju dan mainan.

Menurut Sofyan pihaknya hanya berwenang untuk mengurus PKL. Sedangkan untuk lokasi berdagang ditentukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus. “Untuk CFD dan Car Free Night saya hanya berwenang untuk mengurus PKL saja. Jika perlu tambahan lahan untuk berdagang harus kordinasi dulu dengan dinas lain yang bersangkutan,” tuturnya.

Sofyan melanjutnya, pihaknya masih menerima pendaftaran pedagang baru yang ingin berdagang di CFD. Namun pendaftar baru tentunya masuk di daftar tunggu. Menurutnya, masyarakat yang masih dalam daftar tunggu bisa berdagang asalkan pedagang lama sudah tidak berdagang lagi. “Nanti bisa berdagang jika ada anggota yang tidak berdagang lagi. Daftar tunggu bisa langsung menggantikan. Sekarang mereka sudah ada paguyubannya,” terangnya.