Masyarakat Kudus Tumpah Ruah pada Pembukaan Car Free Night di Simpang Tujuh

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Gelembung udara terlihat beterbangan di atas Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (6/5/2017). Seorang anak mengejarnya dengan rasa riang gembira. Sesekali dia menabrak orang lain, karena terlalu asyik mengejar gelembung. Sejumlah anak lainnya tampak bermain di antara banyaknya kerumunan orang yang datang ke jantung Kota Kretek.

Pembukaan Car Free Night di Simpang Tujuh Kudus 2017_5
Pembukaan Car Free Night di Simpang Tujuh Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sementara itu, panggung besar dengan tata lampu warna-warni berdiri di depan pendapa Kabupaten Kudus. Ratusan orang telah memadati lokasi sekitar panggung, menyaksikan band lokal yang tampil. Panggung tersebut juga akan digunakan untuk launching kegiatan Car Free Night (CFN), yang dihadiri Bupati Kudus dan sejumlah pejabat.

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Kabupaten Kudus tidak disia-siakan Santoso (30) bersama keluarganya. Dia datang bersama istri, anak dan mertuanya. Dia mengaku sudah lama merencakan untuk datang kegiatan CFN. Menurutnya, sejak Maret lalu, dirinya mendapatkan informasi di sosial media tentang CFN. Akhirnya dirinya datang CFN yang telah tertunda, bersama keluarganya.

“Acara seperti ini sangat bagus. Bisa menjadi alternatif liburan keluarga. Ini anak saya senang sekali bermain,” tuturnya kepada Seputarkudus.com.

Warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus mengaku bekerja sebagai wirausaha. Setiap hari dia harus bekerja dan hanya memiliki sedikit waktu untuk keluarga. Adanya CFN di akhir pekan, menurutnya bisa dijadikan tempat untuk menghilangkan penat, rekreasi dan berlama-lama dengan keluarga.

“Tak perlu jauh-jauh untuk rekreasi. Cukup di Car Free Night saja. Semoga kegiatan semacam ini bisa diadakan terus,” tambahnya.

Selama kegiatan CFN, Santoso meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kudus agar tempat sampah di beberapa titik ditambah. Terutama, di tempat komunitas motor dan mobil berkumpul. Menurutnya, dengan bertambahnya titik lokasi tempat sampah, mengantisipasi masyarakat membuang sampah sembarangan.

“Dan selanjutnya waktunya, misal mulai pukul 19.00, selesainya maksimal pukul 22.00 saja. Karena mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, terutama anak muda,” jelasnya.

Penambahan titik sampah tersebut juga sama diusulkan pengunjung lain yang datang ke CFN, Dedy Prasetiyo (22). Dia Warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, itu mengaku hanya melihat beberapa titik tempat sampah saja. Menurutnya, penambahan tempat sampah sangat diperlukan agar masyarakat dapat terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

Dalam kegiatan CFN, Dedy yang datang bersama kekasihnya mengaku sangat menikmati perhelatan CFN. Menurutnya, kegiatan semacam ini bagus diadakan untuk menikmati hari libur akhir pekan. “Kegiatannya meriah. Lumayan untuk jalan-jalan bersama calon istri,” ungkapnya yang duduk di dekat tiang bendera bersama calon istri dan kedua ponakannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto saat ditemui di kegiatan CFN mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan berjalan sukses dan sesuai rencana. Hal tersebut dapat dilihat indikator banyaknya masyarakat yang datang. Menurutnya, CFN akan terus diadakan pada pekan kedua dan pekan keempat setiap bulan.

“Untuk pekan depan sudah menjelang puasa. Seperti biasanya ada kegiatan Dandangan. Kemungkinan CFN diadakan lagi setelah Lebaran,” jelasnya.

Dalam kegiatan CFN, pihaknya akan menyediakan panggung untuk digunakan ajang kreativitas anak muda di Kudus. Menurutnya, panggung yang disediakan dapat digunakan untuk acara musik maupun kegiatan komunitas lainnya.

“Untuk launcing pertama CFN yang mengisi dari Kecamatan Undaan dan Dawe. Tadi ada band Banyu Putih dari Undaan dan penyanyi Anton Ferdinan dari Dawe,” terangnya.