Meski Sudah Datang Empat Kali di Dandangan, Isti Tak Lewatkan Malam Puncak

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, DANDANGAN – Pada malam puncak Tradisi Dandangan terlihat ribuan orang memenuhi kiri dan kanan lapak para pedagang yang di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Mereka datang ke Dandangan ada yang berniat membeli sesuatu, namun tak jarang pula yang hanya sekadar jalan-jalan. Satu di antaranya Istirokhah (20) yang datang ke malam puncak Dandangan bersama teman-temannya.

Masyarakat berdesakan di tradisi Dandangan malam terakhir 2017_5
Masyarakat berdesakan di tradisi Dandangan malam terakhir. Foto: Rabu Sipan

Seusai berjalan berkeliling bersama tiga orang temannnya, dia beristirahat di Taman Menara Kudus. Sambil istirahat perempuan yang akrab disapa Isti itu sudi berbagi kesan jalan-jalan di malam terakhir Tradisi Dandangan Kudus. Dia mengungkapkan, di Dandangan tahun ini dirinya sudah datang empat kali. Meski begitu, pada malam puncak Dandangan dirinya memutuskan datang lagi sekaligus menyambut Ramadan di sana.

“Jalan-jalan di malam terakhir Dandangan niatnya hanya untuk refreshing dan cuci mata,” ujar Isti, Jumat (27/5/2017) malam.

Warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kudus, itu mengatakan, datang ke malam puncak Dandangan karena ingin menyaksikan ramainya malam terakhir di tradisi tahunan tersebut. Menurutnya, dalam perjalanan sempat gerimis, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk datang ke Dandangan.

“Tadi waktu perjalanan ke sini sempat gerimis. Namun aku yakin meskipun gerimis, malam terakhir Dandangan pasti ramai dan banyak pengunjung. Dan benar di Dandangan sangat ramai pengunjung. Menurutku malam ini paling ramai,” ujarnya.

Senada dengan Isti, Ulul Uliyanto (20) datang ke malam terakhir Tradisi Dandangan karena ingin melihat ramainya malam puncak Dandangan. Menurutnya, pada tahun ini dirinya belum pernah datang ke Dandangan. Dia mengaku sengaja datang di malam puncak Dandangan Kudus karena dirinya percaya setiap momen pasti ramainya itu saat puncaknya.

“Meski tadi sempat gerimis tapi itu tidak membuatku semang, malam terakhir Dandangan akan sepi pengunjung. Karena aku percaya malam puncak Dandangan pasti ramai,” ujarnya.

Berbeda dengan mereka berdua, Nurul Aini (20) yang datang bersama temannya itu mengatakan, malam puncak Dandangan kalah ramai dibanding malam sebelumnya. Tuturnya, mungkin saja hal tersebut dikarenakan ada salat Tarawaih.

“Aku datang ke Dandangan tahun ini sudah dua kali. Kemarin sama pacarku dan beli boneka, sedangkan di malam terakhir  Dandangan aku datang bersama temanku. Menurutku malam puncak Dandangan kurang ramai dibanding malam sebelumnya. Mungkin karena tadi sempat gerimis dan ada salat Tarawih,” ujarnya.