Meski Tak Besar, Usaha Produksi Susu Murni Milik Suwadi Bisa Biayai Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEKULO – Sembilan ekor sapi terikat di kandang di Desa Jekulo RT 4, RW 7, Kecamatan Jekulo, Kudus. Tampak sebagian sapi sedang lahap memakan ampas tahu yang diberikan. Tak jauh dari sapi-sapi itu makan, terlihat seorang pria sedang memerah susu sapi. Susu hasil perahan kemudian ditampung dalam ember tembaga. Tempat tersebut yakni termpat pemerahan susu murni rumahan milik Suwadi.

Suwadi, pemilik usaha produksi susu murni di Desa Jekulo, Kudus 2017_5
Suwadi, pemilik usaha produksi susu murni di Desa Jekulo, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Suwadi (47) mengungkapkan, dia menekuni usahanya tersebut sejak tahun 1998. Meski usahanya belum bisa dikatakan besar, namun selama ini hasilnya dinilai cukup. Dari hasil usaha itu dirinya mampu untuk membiayai keluarga dan menyekolahkan dua anaknya hingga perguruan tinggi.

“Aku bersyukur dari hasil usaha perahan susu itu mampu untuk membiayai dua anaku kuliah. Bahkan yang sulung sudah lulus sarjana dan sekarang menjadi guru. Aku berharap usahaku ini tetap lancar agar biaya kuliah anaku yang bungsu tidak terganggu. Karena memang sandaran ekonomi keluargaku hanya dari usaha perahan susu sapi murni saja,” ungkap Suwadi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria yang tempat tinggalnya berjarak sekitar 15 meter dari kandang sapi perah itu mengatakan, selain untuk biaya sekolah dua anaknya, hasil dari usaha perah susu murni tersebut bisa untuk memperbaiki rumah dan dijadikan dua lantai. Selain itu dia juga bisa membeli tanah sawah untuk ditanami rumput gajah sebagai pakan sapi.

Dia mengaku memiliki sembilan ekor sapi. Namun sapi perahnya hanya lima ekor, karena yang empat ekor itu berjenis kelamin jantan. Menurutnya, ke empat sapi tersebut merupakan anak dari susu perah tersebut. Dan dari lima ekor sapi perah tersebut, Suwadi kini mampu menghasilkan sekitar susu murni sebanyak 40 liter sehari yang diperah dua kali sehari.

“Susu murni hasil perahan kami rebus dan dikemas. Setiap kemasan berisi 250 gram susu. Sejak 2010, selain rasa natural kami juga menyajikan susu kemasan dengan aneka rasa yakni susu coklat, susu capucino, susu strawberi, susu madu, susu jahe, susu jeruk, dan rasa buah lainnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejak mengemas susu murni dengan aneka rasa itu, susu produksinya mulai diminati banyak orang dan kini sudah punya banyak pelanggan. Di antaranya beberapa warung dan pemiliki usaha kafe atau pengolahan susu skala rumahan di Kudus. Menurutnya, beberapa kali dia juga mendapat pesanan susu dengan aneka rasa dari beberapa sekolah di Kudus dengan jumlah sekitar 50 kemasan.

“Sebenarnya beberapa kali kami juga mendapatkan pesanan susu murni dari antaranya Demak dan Jepara. Namun order tersebut terpaksa kami tolak, karena hasil susu perah sapi kami yang masih terbatas dan hanya cukup untuk memenuhi permintaan susu murni para pelanggan lama kami,” ungkapnya.