Santiko, Warga Mlati Lor: Saat Hujan Turun, Kawasan Jalan Menur Seperti Kolam Renang

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI LOR – Backhoe warna biru terlihat mengeruk tanah di aliran driainase air sisi selatan Jalan Menur Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus. Tanah yang sudah digali langsung dipindahkan ke dalam bak truk dan langsung diangkut meninggalkan lokasi. Pembangunan drainase air sepanjang 300 meter tersebut, dikerjakan di lokasi yang saat turun hujan tergenang.

Pengerukan saluran drainased di Jalan Menur, Kudus 2017_5
Pengerukan saluran drainased di Jalan Menur, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Santiko (49), warga desa setempat, mengatakan, lingkungan tempat tinggalnya di sisi Jalan Menur setiap musim hujan selalu tergenang banjir. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan kapasitas drainase tidak mampu menampung air. Hal itu menyebabkan air meluap dan masuk ke dalam pemukiman warga.

“Selama 37 tahun daerah sini seperti kolam renang. Saat hujan turun cukup lebat, hampir dipastikan kawasan di sini tergenang air,” ungkapnya saat ditemui Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Santiko yang tinggal di Rt 4, RW 4 Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota mengungkapkan, selama 37 tahun menurutnya tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mencarikan solusi akan air yang selalu menggenang saat hujan turun. Baru kali ini, katanya, drainase dikeruk. “Ya semoga saja saat musim hujan nanti, genangan air bisa berkurang bahkan tidak ada lagi,” harapnya.

Proyek pekerjaan drainase air oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, menurut Pelaksana dari PT Sumber Muria Abadi Sejahtera Mujiono (35), menelan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) sebesar Rp 2,5 miliar. Menurutnya, proyek tersebut akan dikerjakan selama tiga bulan yang dimulai tanggal 3 Mei 2017.

“Adanya drainase baru ini diharapkan bisa mengurangi genangan air yang biasa melanda daerah di sini,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pembangunan yang menghabiskan uang negara Rp 2,5 miliyar tersebut untuk membangun drainase air di Jalan Menur sepanjang 300 meter dan di Jalan Pendowo sepanjang 544 meter. Menurutnya, drainase air di Jalan Menur akan dibangun dengan panjang 300 meter, lebar satu meter persegi dan kedalaman 80 sentimeter. Untuk drainase air di Jalan Pendowo dengan panjang 544 meter, lebar satu meter persegi dengan ke dalaman 80 centimeter.

“Kami menggunakan dua alat berat (backhoe) dan 10 truk dump dengan masa kerja tiga bulan,” tambahnya.