Tabuh Bedug Dandangan Penanda Awal Ramadan yang Tak Lekang di Makan Zaman

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Aula Masjid Al-Aqsa,Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat dipenuhi masyarakat usai salat Ashar ditunaikan. Selang beberapa saat kemudian, tampak enam orang pria mengenakan baju koko warna putih dan ikat kepala berjalan beriringan menuju puncak Menara Kudus. Mereka adalah petugas tabuh bedug Dandangan, penanda awal dimulainya Ramadan.

Tabuh bedug di Menara Kudus sebagai penanda awal Ramadan 2017_5
Tabuh bedug di Menara Kudus sebagai penanda awal Ramadan. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, Afi Alfarizi (27), satu di antara petugas tabuh bedug, mengatakan, satiap tahun menjelang Ramadan, pihak Menara Kudus selalu melaksanan penabuhan bedug. Ini kali kedua dirinya mendapatkan tugas menjadi penabuh bedug. Menurutnya, tidak ada persiapan khusus untuk melaksanakan tabuh bedug. Dia mengaku sudah terbiasa karena sejak kecil sering bermain dan mendengarkan tabuh bedug di Menara Kudus.

“Tidak ada persiapan khusus sama sekali, ya mengalir begitu saja. Sejak duduk di MI (Madrasah Ibtidaiah) saya sudah sering bermain bedug di Menara, latihan menabuh bedug juga tidak pernah. Belajar saya ya secara otodidak, hanya mendengarkan masyarakat dulu sering menabuh bedug,” ungkap Afi saat ditemui usai melakukan tabuh bedug Dandangan.

Warga Desa Damaran RT 3 RW 2, Kecamatan Kota, Kudus, ini mengungkapkan, tabuh bedug Dandangan dimulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Dalam menyambut datangnya Ramadan, katanya, setiap malam selama Ramadan di Menara Kudus juga digelar tabuh bedug yang dimulai sekitar pukul 23.30 WIB hingga pukul 00.30 WIB.

“Pelaksanaan biasanya dilakukan di malam hari sampai dini hari. Petugas yang menabuh bedug Masyarakat sekitar Menara. Misal masyarakat sekitar Menara ingin belajar cara menabuh bedug juga dipersilakan untuk ikut,” ujar Afi.

Sementara itu, Humas Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Deni Nur Hakim yang juga turut menyaksikan penabuhan bedug, menjelaskan, tabuh bedug Dandangan merupakan tradisi turun temurun yang dimulai sejak zaman Sunan Kudus. Tradisi Dandangan sebagai penanda awal Ramadan itu tetap dilakukan hingga sekarang.

Deni menambahkan, selama bulan Ramadan, pihaknya telah menyiapkan beberapa kegiatan. Di antaranya, setelah salat Subuh akan diisi pengajian tafsir Al-Quran oleh KH Sya’roni Ahmadi. Sedangkan selepas salat Ashar, ada pengajian kitab yang akan diisi oleh Muhammad Faruq.

“Setelah salat Tarawih bersama juga ada kegiatan pengajian umum. Insya Allah kegiatan akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Ramadan hingga 27 Ramadan 1438 Hijriyah,” tambah Deni.