Waduh, Banyak Bagian di Logo Kabupaten Kudus yang Digunakan Pemkab Ternyata Salah

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Layar warna putih terpampang di ruang aula kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, Jalan Gang Masjid Agung, Desa Demaan, Kecamatan Kota. Layar proyektor tersebut menampilkan delapan logo Kabupaten Kudus yang terpampang di beberapa tempat. Logo yang terdapat di beberapa tempat tersebut menurut sejarahwan Kudus Edy Supratno tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 1969.

Sejarawan Kudus Edy Supratno menjelaskan tentang logo kabupaten Kudus di kantor PWI 2017_5
Sejarawan Kudus Edy Supratno menjelaskan tentang logo kabupaten Kudus di kantor PWI. Foto: Imam Arwindra

Sejumlah lokasi yang memampang logo tersebut antara lain di situs Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), situs pemerintah kabupaten dan pendapa kabupaten, mobil dinas kabupaten, baner peserta sosialisasi peluang kerja ke luar negeri sektor perawat BNP2TKI. Selain itu juga di panji bendera kabupaten, Rumah Sakit Umum Lukmonohadi, serta di buku Pesona Tersembunyi Daya Tarik Wisata Kudus Tahun 2015 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.

Hal tersebut sontak mengejutkan beberapa anggota PWI Kudus dalam diskusi bertajuk Mencari Lambang Daerah Sesuai Perda 5/1969. Ketua PWI Kudus Saiful Annas, mengaku cukup terkejut saat Edy Supratno mengungkapkan banyak lambang logo Kabupaten Kudus yang terdapat di beberapa tempat tidak sesuai dengan perda. “Cukup mengejutkan, ternyata banyak yang tidak sesuai perda,” tuturnya saat selepas kegiatan.

Dalam diskusi yang dihadiri sejumlah tamu undangan itu, Edy Supratno mengungkapkan, beberapa gambar dalam logo banyak yang tak sesuai dengan perda. Menurutnya, jika belum ada perda lain, lambang pada logo Kabupaten Kudus masih menganut dengan Perda Kabupaten Kudus nomor 5 tahun 1969.

“Kita harus tahu dulu, selain perda nomor 5 tahun 1969 ada perda lain atau tidak, karena Perda tahun 1969 yang mengatur tentang lambang Kabupaten Kudus. Kalau tidak ada, beberapa gambar dalam logoo banyak yang tidak pas dengan Perda nomor 5 tahun 1969,” ungkapnya dalam diskusi yang berlangsung pada Kamis (11/5/2017) lalu.

Menurutnya, kesalahan tersebut terlihat jelas pada warna, bentuk, jumlah dan kata-kata. Edy mencontohkan, pada lambang logo Kabupaten Kudus terdapat keris. Sesuai Perda nomor 5 tahun 1969 keris yang dimaksud berwarna hitam. Namun ada beberapa gambar yang berwarna coklat bahkan putih. Padahal warna tersebut memiliki arti. Misalnya hitam pada keris, melambangkan sifat kesatria.

“Selain itu ada juga kata-katanya yang tidak sesuai. Di buku milik pemerintah tertulis 20 lilin, yang benar berpilin bukan lilin. Berpilin itu benang lawe tenun,” tambahnya.

Begitu juga dengan semboyan Nagri Carta Bhakti, kata Edy, berarti daerah yang makmur dan taat kepada pemerintah pusat. Namun di logo yang berada di pendapa kabupaten, Nagri Karta Bhakti. Tentu hal tersebut mengubah arti dari semboyan yang diinginkan.