Warung Sate di Gulang Ini, Saking Larisnya Pernah Habiskan 12 Ekor Kambing, 7.000 Tusuk Sate

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, GULANG – Di tepi selatan sekitar 20 meter dari Jalan Raya Budi Utomo Dukuh Pekeng, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, tampak sebuah warung dengan baner panjang bergambar Bagong. Di dalam warung tampak beberapa pengunjung sedang menikmati sate kambing yang dihidangkan. Warung tersebut yakni Warung Sate Bagong, yang mampu menjual 7.000 tusuk sate kambing sehari.

Warung Sate Bagong, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus 2017-5
Warung Sate Bagong, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Menurut Hariani (31), anak kedua dari mendiang Sunipah, perintis Warung Sate Bagong, mengungkapkan, warung yang menjual sate, gule, dan tongseng kambing itu pertama buka pada tahun 1992. Menurutnya, sejak dibuka hingga kini warung tersebut selalu laris dan memiliki banyak pelanggan.

“Saking larisnya dan memiliki banyak pelanggan tersebut. Kami beberapa kali Warung Sate Bagong dalam sehari mampu menjual hingga 7.000 tusuk sate dan menghabiskan 12 ekor kambing. Kami ingat pernah dapat pesanan untuk ulang tahun beberapa perusahaan rokok di Kudus,” kata perempuan yang akrab disapa Ani kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, warungnya masih bisa menghabiskan tiga ekor kambing sehari, saat tidak ada pesanan. Menurutnya, tiga ekor kambing tersebut bisa dijadikan 1800 hingga 2.000 tusuk sate.

“Terkadang kami juga mendapatkan pesanan dari perorangan atau beberapa acara, misalnya, pernikahan reuni, seminar, wisuda, dan lain sebagaianya. Pesanannya itu bisa menacapai 3.000 tusuk sate. Kami berharap selalu dapat pesanan agar pendapatan warung kami lumayan,” ujarnya sambil tersenyum.

Dia mengatakan, untuk harga sate di Warung Bagong dijual Rp 35 ribu per 10 tusuk sate kambing. Harga tersebut untuk sate kombinasi daging dan lemak. Sedangkan untuk sate khusus daging kambing dijual dengan harga lebih mahal, yakni Rp 40 ribu untuk 10 tusuk. Sedangkan nasi dan es teh harga Rp 5 ribu.

“Selain sate, warung kami juga menyediakan tongseng kambing yang dijual dengan harga Rp 35 ribu seporsi dan gule kambing dijual lebih murah yakni Rp 20 ribu seporsi. Sama dengan sate harga ditambah Rp 5 ribu untuk nasi dan es teh,” jelasnya.

Dia mengkisahkan, sebelum buka warung sate, mendiang ibunya pernah kerja di perusahaan rokok. Namun karena suatu hal, ibunya memutuskan keluar. Saat itulah terlintas di pikiran ibunya untuk membuka warung sate, karena neneknya pernah berjualan sate.

“Saat buka warung itu, tanpa di duga warung sate ibuku selalu ramai pembeli dan selalu laris setiap hari. Karena waktu itu warungnya belum ada namanya, atas saran satu pelanggannya warung tersebut diberi nama Warung Sate Bagong. Karena saat itu di Kudus belum ada warung dengan nama serupa,” jelasnya.