Agus Sudah Susun Grand Planning Wisata Bukit Nggeneng, Ini Awal Munculnya Ide

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Seorang pria tampak bersemangat menjelaskan setiap sudut wisata di Bukit Nggeneng Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, kepada pengunjung. Agus Siswanto, pria yang mengenakan topi rimba dan celana sedengkul, itu, menunjukkan beberapa wahana yang sudah jadi maupun tahap perencanaan. Lokasi wisata yang baru dibuka sekitar sebulan tersebut, menurut Agus, dikelola dan dan dikembangkan secara swadaya.

Wisata rumah pohon di Bukit Nggeneng, Rahtawu, Kudus 2017_6_9
Wisata rumah pohon di Bukit Nggeneng, Rahtawu, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Secara konsep besar, Agus menginginkan wisata Bukit Nggeneng menjadi wisata aktivitas, bukan sekadar wisata swafoto. Dalam perencanaan, lokasi perbukitan tersebut bisa digunakan untuk outbond, camping area dan homestay.

Baca juga: Di Batialit Tak Ada Menara Pandang, Fitriyani Ajak Temannya Ke Bukit Nggeneng Rahtawu

“Kami sudah menyiapkan konsep wisata aktivitas the view of Bukit Nggeneng. Ini masih proses pembuatan. Namun karena dirasa berbeda, para pengunjung sudah ada yang datang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi wisata belum lama ini.

Pembuatan tempat wisata menurutnya dilakukannya bersama dua rekannya Teguh dan Sugiyono. Diceritakan, pembuatan wisata di Bukit Nggeneng bermula saat Agus merasa tergelitik melihat pemuda di desanya sering merantau keluar daerah untuk bekerja.

Padahan menurut Agus, di Desa Rahtawu yang masih bagian dari Gunung Muria sangat kaya. Tanahnya subur, airnya melimpah dan potensi wisata pun sangat bagus. Jika bisa dikelola dengan baik, masyarakat Desa Rahtawu diperkirakan tidak perlu lagi bekerja di luar daerah.

“Contoh saja dari sektor pariwisata. Wisata di Rahtawu sangatlah melimpah. Namun sampai sekarang beberapa masih dikelola secara pribadi. Alangkah lebih baik jika dikelola secara swadaya,” tuturnya.

Melihat hal tersebut, muncul ide dalam dirinya untuk membuat wisata alam yang di dalamnya terdapat wahana kekinian dan dikelola secara profesional. Maka Tercetuslah The View of Bukit Nggeneng yang mulai dibangun bulan April 2017. Sebenarnya, Agus sudah merencakan membuat suatu wisata di Bukit Nggeneng sejak tahun 2015. Karena masih bekerja di luar daerah akhirnya barulah di tahun 2017, dirinya bisa memulai merealisasikan gagasan yang sudah lama diimpikan.

“Saya dulu ya juga bekerja di luar daerah. Kerena merasa tidak enak, akhirnya saya merencanakan ini. Lha wong Desa Rahtawu kaya. Mengapa harus bekerja di daerah lain,” jelasnya yang lulus Fakultas Manajemen Universitas Muria Kudus (UMK).

Sebelum membuat wisata Bukit Nggeneng, Agus mengaku sempat melakukan tinjauan ke Semarang dan Yogjakarta. Setelah mendapatkan banyak ilmu, dirinya memantapkan untuk keluar dari pekerjaan dan membuat wisata di Bukit Nggeneng. “Saat itu saya langsung datangi teman saya. ‘Mau ga kamu saya ajak gila-gilaan?” ucapnya.

Akhirnya, rekannya sepakat dan April 2017 mulai membangun satu persatu fasilitas wisata. Wahana yang pertama kali dibuatnya yakni menara pandang setinggi tujuh meter. Sebelum jadi, sudah ada pengunjung yang datang untuk berswafoto. Setelah itu rumah pohon setinggi sembilan meter dan rumah Masha yang lokasinya berada di atas pohon dengan ukuran 2,25 meter kali 2,5 meter pun sudah siap dinikmati pengunjung. Ada pula flying fox yang sementara masih panjangnya 35 meter.

Rencananya menurut Agus, flying fox akan dirubah panjangnya menjadi 60 meter dan tempat semula flying fox akan digunakan untuk fly hammock. Konsep outbond nantinya masih seperti pada umumnya yakni  tracking, jembatan gantung, jaring laba-laba, panjat dinding dan permainan sungai. Dikatakan letak Bukit Nggeneng sekitar 1.000 meter dari sungai desa setempat.

“Untuk homestay pilihannya dua bisa tinggal di rumah warga atau rumah panggung yang nanti disediakan. Ini sangat pas untuk orang kota. Pengunjung bisa merasakan sensasi memberi makan ayam maupun ternak,” tuturnya yang aktif dalam organisasi pemuda desa.

Yang berbeda dari tempat wisata ini dengan yang lain, katanya, sepanjang perjalan menuju lokasi wisata, terdapat kumpulan bunga. Selain ditanam oleh pengelola, bunga tersebut nantinya akan ditanam juga oleh pengunjung. Agus menyediakan bunga dengan nama untuk pasangan muda yang nanti akan ditanam. Untuk perawatan, menurutnya akan dilakukan oleh pengelola secara gratis. “Ini juga kami sedang membangun kafe. Selaian makanan ringan, akan diisi makanan dan minuman khas Desa  Rahtawu,” terangnya.

Saat semua sudah siap, rencana ke depan pihaknya akan mempekerjakan pemuda di desa setempat untuk bersama-sama mengelola wisata Bukit Nggeneng. Selain itu, juga mempersilahkan masyarakat untuk membuat warung guna menambah pendapatan ekonomi keluarga. “Semoga dengan adanya wisata ini masyarakat bisa terbantu ekonominya dan dapat bersama mengelola wisata di Desa Rahtawu,” tambahnya.