Alga Jaya Motor, Showroom Mobil Bekas yang Namanya Diambil dari Suku Kata Terakhir Nama Pemilik

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BACIN – Di tepi Jalan Kapten Ali Mahmudi, tepatnya di satu rumah Desa Bacin RT 4 RW 1, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat terpakir beberapa unit kendaraan roda empat. Tidak jauh dari kendaraan, tampak seorang pria mengenakan kaus warna putih sedang duduk sambil sesekali memandang beberapa mobil yang terpakir. Pria tersebut tak lain Zaenal Wahyudi Alga (29), pemilik showroom Alga Jaya Motor yang menamai usahanya dari suku kata terakhir namanya.

Rental mobil di Kudus 2017_6
Zaenal Wahyudi Alga, pemilik showroom Alga Jaya Motor. Foto: Sutopo Ahmad

Sembari duduk santai sambil menunggu calon pembeli yang datang, Zaenal begitu akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang showroom tersebut. Dia menjelaskan, mengawali usaha sejak awal 2012, hingga sekarang sudah berlangsung sekitar enam tahun. Selain menamai usaha dengan sebutan Alga, dia juga menamai anaknya dari suku kata depan usaha tersebut.

“Dari dulu memang saya ingin memakai nama Alga sebagai usaha. Berhubung saya memiliki usaha penjualan mobil serta motor bekas, akhirnya saya pilih nama Alga sesuai keinginan dan rekomendasi dari bapak. Selain saya buat sebagai nama usaha, kata Alga juga saya adopsi untuk nama anak saya yang bernama Alvaro Gavriel,” ungkap Zaenal yang mengaku baru dikaruniai satu orang anak.

Pria yang menamatkan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Muria Kudus (UMK), ini mengatakan,  showroom tempat yang dia kelola melayani penjualan mobil bekas semua jenis. Menurutnya, harga yang ditawarkan setiap unit mobil yang hendak dibeli berbeda-beda, katanya, tergantung jenis maupun tahun rakitan mobil.

Dia merinci, mobil Toyota Agya tahun 2015 plat Kudus dijual seharga Rp 93 juta. Suzuki Carry Pick Up tahun 2016 dijual seharga Rp 74 juta dan Daihatsu Gran Max dibanderol dengan harga kisaran Rp 65 juta hingga Rp 70 juta. “Beberapa mobil yang dijual saya dapatkan dari lelang, kadang juga dari masyarakat yang datang ke showroom menawarkan mobilnya,” ujar Zaenal sambil sesekali melihat layar handphone.

Dia menambahkan, selain hanya menunggu calon pembeli yang datang, langkah dia dalam pemasaran yakni melalui bantuan makelar maupun menawarkan langsung kepada temannya. Terkait dengan pelanggan, lanjutnya, hampir semua menyeluruh dari area Kudus, Pati serta Jepara. Tak jarang, dia mengaku juga ada pelanggan yang dari luar jawa seperti Sumbawa.

“Kebanyakan yang laku terjul di tempat saya berupa mobil pikap, soalnya dari segi harga juga lebih murah. Tapi untuk penjualan tidak bisa dipastikan, kadang bisa naik, kadang juga bisa turun. Kalau di rata-rata, setiap bulan yang bisa saya jual sekitar tiga unit per bulan,” tambah Zaenal.