Angkutan Barang yang Masih Berani Melintasi Kudus akan Langsung ‘Dikandangkan’

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Laju kendaraan terlihat melewati Gerbang Kudus Kota Kretek di Jalan Raya Agil Kusumadya, Kudus. Sejumlah kendaraan pribadi baik mobil maupun motor melaju dari arah Demak. Beberapa hari menjelang Lebaran ini kendaraan barang dilarang melintas, karena akan mengganggu jalur mudik yang di pantura Kudus.

Sejumlah kendaraan melintasi jalan di kawasan Tanggulangin, Kudus 2017_6
Sejumlah kendaraan melintasi jalan di kawasan Tanggulangin, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Didik Sugiharto, truk angkutan barang menjelang Lebaran tidak diperbolehkan melintas di seluruh Jalan Nasional dan Jalan Tol di Pulau Jawa. Hal tersebut dilakukan supaya tidak menimbulkan kemacetan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Larangan tersebut, menurutnya, sesuai dengan ketentuan dari Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan RI nomor SK.2717/AJ.201/DRJD/2017. Surat edaran tersebut terkait pengaturan lalu lintas dan pengaturan kendaraan angkuran barang pada masa angkut Lebaran tahun 2017. “Itu secara nasional, bukan hanya di Kudus saja. Jika ada yang melanggar tentu akan ‘dikandangkan’ (diminta parkir darurat),” tuturnya saat ditemui di Posko Bahagia Taman Tanggulangin, Kudus, beberapa waktu lalu.

Didik menjelaskan, pembatasan operasional untuk kendaraan mobil barang atau tambang sudah dimulai tanggal 18 Juni 2017, atau tujuh hari menjelang Lebaran hingga tanggal 3 Juli 2017. Pembatasan operasional diberlakukan bagi kendaraan barang dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14 ribu kilogram. Serta kendaraan barang yang memiliki tempelan atau truk gandeng.

“Itu kecuali bagi kendaraan pengangkut BBM, POS, bahan pokok atau mobil yang diberi tanda khusus. Misal pengangkut motor mudik gratis Lebaran,” jelasnya.

Angkutan barang yang masih melintas pada enam hari menjelang Lebaran, diakuinya perlu keterlibatan semua pihak tidak hanya Dishub Kabupaten Kudus untuk penindakan, melainkan juga kabupaten lain. Dia meyakini angkutan barang yang terlihat di Kudus tentunya juga melewati Semarang dan Demak. Menurutnya, saat melewati Kota Semarang dan Demak belum diberhentikan petugas yang bersangkutan. “Saya pastikan saat melewati Kudus akan langsung di kandangkan di lokasi parkir,” tuturnya.

Didik memberitahukan, lokasi parkir yang akan digunakannya untuk parkir yakni di Terminal Cargo depan Terminal Induk Kudus dan pangkalan parkir truk di Jalan Kudus-Pati kilometer 09 Jekulo. Menurutnya, daya tampung di Terminal Cargo kurang lebih 100 hingga 120 buah truk angkutan barang. Sedangkan di pangkalan truk Jekulo antara 70 hingga 100 buah truk angkutan barang.

“Nanti jika tidak muat kami akan pergunakan bahu jalan yang dirasa lebih luas dan tidak mengganggu lalu lintas. Misal di Jalan Lingkar Selatan,” terangnya.