Dapat Ilmu dari Mechanical Day Mudik 2017, Boy Termotivasi Buka Bengkel Mobil

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Seorang pria berbaju abu-abu berpadu hijau terlihat sedang membersihkan mesin mobil di halaman sebelah barat Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). Usai dibersihkan, mobil tersebut kemudian dicek emisi gas bembuangannya. Pria tersebut yakni Boy Sandi (20), Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UMK yang ikut menjadi teknisi dalam kegiatan Mechanical Day Mudik 2017.

Boy menyervis mobil pada Mechanical Day Mudik 2017_6
Boy menyervis mobil pada Mechanical Day Mudik. Foto: Ahmad Rosyidi

Boy, begitu dia akrab disapa, mengungkapkan, awalnya dia mengira untuk mempelajari mesin mobil lebih rumit dibandingkan motor. Setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari di Nasmoco Semarang, Boy baru sadar ternyata tidak serumit yang dia bayangkan. Dan dia semakin tertari mempelajari mesin mobil.

Baca juga: Prasetyo Merasa Terbantu Ada Layanan Servis Mobil Gratis untuk Pemudik

“Saya menjadi tertarik mempelajari mesin mobil. Ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Kemarin saya ikut pelatihan selama tiga hari di Semarang, dan ini ikut menjadi teknisi dalam kegiatan Mechanical Day Mudik 2017. Jadi saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang mesin mobil,” terangnya kepada Seputarkudus.com, belum lama ini.

Setelah mendapat pengalaman dari kegiatan tersebut, Boy mengaku ingin membuka bengkel mobil setelah lulus kuliah. Menurutnya, bengkel mobil cukup menjanjikan, karena saat ini banyak orang yang memiliki mobil pribadi. Selain itu keuntungannya juga dinilai jauh lebih banyak jika dibanding bengkel motor.

“Saya menjadi tertarik mempelajari tentang mesin mobil. Dan saya jadi termotivasi untuk membuka bengkel mobil setelah lulus kuliah nanti. Karena saat ini masyarakan sudah banyak yang memiliki mobil pribadi, jadi saya yakin akan laku. Keuntungan bengkel mobil juga banyak,” ungkap warga Desa Bandengan, Kota Jepara itu sambil tersenyum.

Wahyu Widiarno, ketua panitia kegiatan tersebut, menjelaskan, kerjasama dengan Nasmoco Semarang, mereka mendapat profit sharing Rp 50 ribu per mobil. Dari hasil tersebut, mereka membagi 70 persen untuk mekanik dari mahasiswa Teknik Mesin UMK semester empat. Dan 30 persen untuk panitia pelaksana, mahasiswa Teknik Mesin UMK semester dua.

Wahyu mengaku mendapat banyak pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Meski bukan menjadi mekanik yang langsung praktik, dia bisa belajar dari mengamati prosesnya. Dia berharap kerjasama setiap tahun dengan Nasmoco Semarang bisa berlanjut, dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat.