Gamis Tapki Produksi Bless Collection Digadang Jadi Trend Seller Lebaran Tahun Ini

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, TUMPANG KRASAK – Di ruang tamu rumah di Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kudus tampak puluhan pakaian perempuan tergantung di hanger. Di anatara pakaian tersebut tampak sebuah gamis dengan kombinasi resleting di depan, serta beberapa kancing berlapis kain dengan warna senada dengan warna gamis. Gamis tersebut bernama gamis tapki hasil produksi Bless Collection yang digadang menjadi tren penjualan Lebaran tahun ini.

Ning Fatimah, pemilik Bless Colection 2017_6_5
Ning Fatimah, pemilik Bless Collection. Foto: Rabu Sipan

Menurut Ning Fatimah (23), pengelola sekaligus putri perintis Bless Collection mengungkapkan, Lebaran tahun lalu Gamis Tapki juga sudah menjadi pakaian yang banyak dipesan para pelanggannya. Dan hal tersebut diperkirakan berlanjut di Lebaran tahun ini, karena sebelum Ramadan, Bless Colection sudah lima kali produksi gamis model tersebut.

“Setiap pesanan itu berkisar dari 150 pcs hingga 200 pcs gamis tapki. Berarti sebulan sebelum puasa kami sudah memproduksi tidak kurang dari 750 pcs. Saat Ramadan kami juga sempat mendapatkan order 200 pcs dan dalam tempo empat hari sudah ludes semua,” ujar Ning kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Mahasiswi Universitas Muria Kudus (UMK) jurusan Ekonomi Manajemen semester enam itu mengatakan, saat ini dirinya bersama kakak dan ibunya sedang mendesain gamis syar’i dan blouse. Dia berharap produksi dua pakaiannya tersebut bisa diterima pasar dan diminati kaum hawa.

Dia mengatakan, selain memproduksi gamis tapki, Bless Colection juga memproduksi beberapa pakaian khusus perempuan. Untuk gamis tapki yang dijual antara Rp 100 ribu sampai Rp 115 ribu per pcs. Selain itu ada gamis penuh motif yang dibandrol mulai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per pcs, dan Tunik Diamond dijualnya dengan harga Rp 90 ribu per pcs.

“Khusus untuk Tunik Diamond, selama Ramadan ini kami mendapatkan order dari satu toko di Pasar Kliwon agar mengirim pakaian tersebut sebanyak-banyaknya. Namun karena keterbatasan sumber daya serta modal kami mengirim semampu kami,” ujar perempuan lajang tersebut.

Dia mengaku, produksi serta penjualan aneka pakaian perempuan di Bless Collection di Bulan Ramadan ini meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Namun jumlah tersebut masih belum seberapa dibanding tahun lalu. Soalnya di tahun lalu, tuturnya, dia bersama ibu, kakak serta keluarganya sering lembur, dan tidur hanya sebentar agar bisa memenuhi orderan dari para pelanggan.

“Meski begitu kami tetap bersyukur masih bisa mendapatkan order hingga masih bisa produksi. Soalnya di tahun ini ekonomi lagi susah, bahkan banyak usaha serupa yang lebih besar malah memilih berhenti produksi. Oleh sebab itulah kami bersyukur dan sebisa mungkin agar usaha yang dirintis orang tuaku jangan sampai berhenti, tetap berkarya dan semoga saja makin berkembang,” ujarnya sambil tersenyum.