Inilah Motor-Motor yang Digunakan Balap Liar Menjelang Buka Puasa di Kudus

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, POLRES – Sebanyak sembilan motor terparkir rapi di depan kantor Samapta Bhayangkara (Sabhara) Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kudus. Motor yang tampak sudah pretelan tersebut disatukan menggunakan rantai lalu digembok. Motor-motor tersebut, menurut Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo, yakni motor sitaan dari balapan liar di Kudus.

Anggota Polres Kudus menyita motor yang digunakan balap liar 2017_6_11
Anggota Polres Kudus menyita motor yang digunakan balap liar. Foto: Imam Arwindra

Dia menjelaskan, selama bulan Ramadan pihaknya melakukan giat dengan fokus utama remaja yang melakukan balapan liar menjelang berbuka puasa. Menurutnya, dari awal puasa pasukan yang dipimpinnya menyasar tempat-tempat yang biasa digunakan balapan liar di Kudus. Hasilnya, sembilan motor didapatkan dengan kondisi motor yang sudah tidak standar.

“Paling banyak dapat dari Jalan Lingkar Utara Klumpit. Ada enam motor yang kami bawa,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

AKP Sutopo melanjutkan, sisa motor selanjutnya didapatkan dari Jalan Bareng Dawe, Krawang Hadipolo sejumlah dua motor dan di Oasis satu buah motor. Pihaknya mengaku akan terus melakukan giat hingga balapan liar yang didominasi para remaja tersebut tidak ada lagi. Menurutnya, giat Cipta Kondisi yang dilakukan dari laporan masyarakat yang mengaku resah akan kegiatan balapan liar. Selain mengganggu pengguna jalan, adanya balapan liar juga berpotensi terjadi kecelakaan.

“Kami biasanya pakai motor trail dan mobil patroli. Setiap menjelang berbuka keliling di tempat-tempat yang biasanya digunakan balapan,” terangnya.

Di tahun 2016 hingga sekarang menurutnya lokasi yang biasa digunakan untuk balapan liar yakni Jalan Lingkar Baru Jati Wetan, Jalan depan Pasar Baru, Oasis dan Jalan Lingkar Utara UMK. Ada juga Jalan Bareng Dawe Krawang Hadipolo, Jalan di Lau Dawe dan Jalan Lingkar Utara Klumpit. Selama operasi tersebut, menurutnya balapan yang dilakukan tidak ada unsur perjudian. Mereka murni iseng untuk mengisi waktu menjelang berbuka.

Perwira pertama tersebut memberitahukan, dalam operasi pihaknya lebih mengedepankan pembinaan. Menurutnya, saat kesatuannya mendatangi lokasi balapan pihaknya juga mengecek kelengkapan kendaraan. Untuk motor yang tidak standar dan tidak lengkap surat-suratnya akan dibawa langsung ke Mapolres. Motor tersebut boleh diambil saat bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan. Sedangkan untuk motor yang tidak standar harus membawa sparepart kendaraan untuk langsung dipasang di Mapolres Kudus.

“Setelah itu membuat surat pernyataan yang ditanda tangani ketua RT, RW, Kepala Desa, Camat, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas. Ini lebih mengena dari pada ditilang,” jelasnya.