Laila Bersyukur Indonesia Memiliki Pancasila dan Hari Lahirnya Kini Diperingati

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Ratusan peserta upacara peringatan Hari Lahir Pancasila terlihat mulai berbaris menempati tempat yang sudah ditentukan. Mereka berdiri menghadap tiang bendera merah putih di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Upacara yang diikuti peserta dari berbagai elemen tersebut berlangsung hikmat meski cuaca terik dan berlangsung saat bulan puasa.

peringatan Hari Lahir Pancasila di Simpang Tujuh Kudus 2017_5
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Simpang Tujuh Kudus. Foto: Imam Arwindra

Satu di antara ratusan peserta yang mengikuti upacara yakni Laila Fitriyana (16), siswa SMKN 1 Kudus. Siswi berseragam Pramuka itu mengaku kuat mengikuti upacara walau sedang berpuasa. Menurutnya, dia sangat senang bisa mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

“Ini upacara pertama kali saya. Dari SMP saya belum pernah mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila,” ungkapnya usai kegiatan, Kamis (1/6/2017).

Laila mengaku bersyukur Indonesia memiliki Pancasila sebagai idiologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai pada kelima sila Pancasila sangat sesuai dengan kondisi negara Indonesia yang beraneka ragam agama, suku dan ras. “Pokoknya Pancasila the best, tidak perlu diganti,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pada peringatan Hari Lahir Pancasila, sekolah tempat dirinya belajar libur. Setahu Laila, baru kali ini peringatan Hari Lahir Pancasila aktivitas belajar mengajar diliburkan. Menurutnya, dari kalender yang berada di rumahnya pun pada tanggal 1 Juni 2017 berwarna merah. “Ini di sekolah juga ada upacara. Tapi selepas upacara langsung pulang. Mungkin sudah menjadi hari libur nasional,” tuturnya yang tinggal di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Bupati Kudus Musthofa yang hadir sebagai inspektur upacara menuturkan, pada peringatan hari lahir Pancasila menjadi hari libur nasional. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. “Karena ini sudah Kepres sambutan yang saya sampaikan sesuai dengan amanat presiden,” tuturnya.

Dalam pidato yang dibacakan, pemerintah mengajak meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu dari rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila 18 Agustus 1945, mengingatkan kodrat bangsa Indonesia yakni keberagaman. “Itulah Bhineka Tunggal Ika kita,” ungkapnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Kudus, menurut Musthofa sudah dilakukannya bersama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kudus sejak empat tahun yang lalu. Namun kali ini Presiden Joko Widodo sudah membuat Kepres bahwa tanggal 1 Juni untuk melakukan upacara Hari Lahir Pancasila. “Ini sudah resmi (ada) Kepres. Sekarang semua mengikuti,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan upacara di Kudus, menurut Musthofa, kebinekaan itu tercermin dari banyaknya tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama yang datang. “Sudah pernah saya katakana, Kudus itu replika Indonesia. Semua ada di Kudus,” jelasnya.