Masjid di Dersalam Ini Rutin Putar Syiir Tanpa Waton Sebelum Adzan Dzuhur

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Waktu menunjukan pukul 11.00 WIB, saat Syiir Tanpa Waton terdengar keras dari masjid di Perumahan Salam Residance, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. Di dalam masjid tersebut tampak seorang pria sedang mengepel. Dia bernama Sunardi (64), satu diantara sejumlah takmir masjid yang biasa azdan Dzuhur di Masjid Istiqomah.

Masjid Istiqomah, Perum Salam Residence, Kudus 2017_6_17
Masjid Istiqomah, Perum Salam Residence, Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Sambil membersihkan lantai masjid, Sunardi sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang syiir yang rutin diputar di masjid tersebut. Dia mengatakan, hampir setiap menjelang salat Dzuhur dia memutar syiiran tersebut di masjid Istiqomah. Syiir Tanpo Waton diputar sebagai penanda tak lama lagi salat Dzuhur bagi warga sekitar.

“Itu saya putar dari telepon genggam saya, agar jadi penanda salat Dzuhur akan segera dimulai. Kalau syiiran dulu kan masyarakat tahu, sebentar lagi adzan, jadi bisa bersiap-siap dulu,” terang ayah tiga anak itu, belum lama ini.

Kurang lebih sejak dua tahun yang lalu, dia mulai rutin memutar syiir tersebut. Selain untuk penanda menjelang salat Dzuhur, dia juga berharap warga sekitar bisa meresapi syiiran yang diputarnya. Sehingga bisa menyejukan hati dan menjadikan semangat beribadah warga sekitar masjid.

“Saya juga berharap syiir ini bisa diresapi warga, dan menyejukan hati. Jadi melakukan sesuatu bisa didasari rasa ikhlas, dan niat semua karena Allah. Dengan seperti itu hati kita akan tentram dan tidak gelisah menjalani hidup,” tutur kakek yang memiliki enam cucu itu.

Sementara itu, Munaji (67), Ketua Takmir Masjid Istiqomah, syiiran yang rutin diputar setiap menjelang salat Dzuhur sudah menjadi ciri khas masjid tersebut. Seperti nama masjid, dia berharap hal yang baik untuk tetap dipertahankan. Seperti beribadah perlu dilakukan dengan istiqomah, bahkan ditingkatkan.

Dia juga menjelaskan, Masjid Istiqomah berdiri sejak tiga tahun yang lalu. Dan masjid tersebut ditujukan untuk pemukiman baru di Desa Dersalam. ”Masjid Istiqomah ini wakaf dari H Edi Zakaria. Sudah 90 persen jadi, kemudian warga menghimpun dana untuk menyelesaikannya. Masjid ini juga digunakan untuk salat Jumaat baru sekitar satu tahun,” tambahnya.