Masjid Jami’ Al Falah, Masjid Hijau nan Megah yang Bisa Tampung Ribuan Jamaah

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, LORAM WETAN – Bangunan masjid ini berlantai tiga dengan halaman cukup luas dominan warna hijau. Di depan masjid berdiri sebuah gerbang terbuat dari bahan semen bertuliskan Masjid Jami’ Al Falah yang terletak di tepi Jalan Pattimura Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Pembangunan masjid berkubah hijau tersebut menelan biaya hingga 1,5 miliar, hasil dari swadaya masyarakat.

Masjid Jami’ Al Falah Desa Loram Wetan, Kudus 2017_6_8
Masjid Jami’ Al Falah Desa Loram Wetan, Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Menurut Muhammad Jasri (50), Takmir Masjid Jami’ Al Falah, masjid tersebut berdiri kurang lebih sekitar tahun 1971, hingga sekarang sudah berumur 46 tahun. Jasri, begitu dirinya disapa, mengungkapkan, sejak awal dibangun hingga berdiri megah seperti saat ini, masjid sudah mengalami pemugaran selama empat kali. Pemugaran terakhir dilakukan mulai tahun 2010 yang direhab pada bagian lantai atas masjid.

“Pembangunan masjid sepenuhnya dari hasil swadaya masyarakat setempat. Semua dilakukan dengan cara gotong royong. Untuk awal berdiri masjid terus terang saya sedikit lupa, seingat saya masijid dibangun pada tahun 1971. Kalau dihitung,  pembiayan masjid mulai awal sampai akhir pembangunan menelan biaya kurang lebih Rp 1,5 miliar,” ungkap Jasri waktu ditemui Seputarkudus.com di kantor MI NU Tarbiyatul Islam, beberapa waktu lalu.

Warga Desa Loram Wetan RT 4 RW 4, Kecamatan Jati, Kudus, ini menjelaskan, lantai dasar masjid dibangun menggunakan granit. Sekeliling dinding ruang masjid dilapisi lantai berwarna ungu dan bagian tengah masjid terdapat ukiran gebyok sebagai pembatas. Sementara itu, lantai dua masjid dikellilingi tulisan kaligrafi Asmaul Husna.

“Pada bagian lingkaran kubah ruang utama bertuliskan Ayat Kursi dan bagian bedug masjid buatan Jepara terukir kalimat seruan mari beribadah. Arsitektur masjid dari masyarakat setempat yakni H Subadi yang sekarang diteruskan oleh Bapak Sukir. Kalau melihat desain yang dibuat, Masjid Jami’ Al Falah mengadopsi desain dari masjid Timur Tengah,” ujar Jasri.

Pria yang mengaku sudah selama delapan tahun menjabat sebagai Takmir Masjid Jami’ Al Falah, ini mengatakan, sebelum dilakukan pemugaran, masjid tersebut hanya mampu menampung sekitar 5 ratus jamaah. Setelah adanya pemugaran, masjid sekarang sudah dapat menampung kurang lebih 2 ribu jamaah. Terkait dengan agenda masjid selama Ramadan, lanjutnya, agenda tetap sama seperti tahun lalu, satu di antaranya kegiatan santunan anak yatim.

“Agenda tetap sama sebenarnya dengan tahun lalu, ada santunan anak yatim yang rencana akan dilakukan pada tanggal 17 Ramadan. Santunan dilaksanakan sore hari dan malamnya akan diisi agenda khotmil Qur’an  dalam rangka Nuzulul Qur’an,” tambah Jasri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala MI NU Tarbiyatul Islam.