Operasi Ramadaniya akan Dimulai Minggu Depan, Polres Buka Lima Pos Pam

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Beberapa orang tampak mendirikan tenda di depan Pendapa Kabupaten Kudus. Bagian depan tenda terlihat diberi ornamen gambar ketupat dengan latar belakang hiasan warna biru. Tenda tersebut dibuat untuk Pos Terpadu Kudus Pengamanan Lebaran 2017, selama berlangsungnya Operasi Ramadaniya.

Pospam Lebaran 2017 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus 2017_6
Pospam Lebaran 2017 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Foto: Imam Arwindra

Pos pengamanan (Pos Pam) selama Lebaran 2017 tersebut akan digunakan Kepolisian Resor (Polres) Kudus. Menurut Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kudus Kompol Tugiyanto, Operasi Ramadaniya 2017 akan dimulai 19 Juni hingga 4 Juli 2017. Pihaknya membuka lima Pos Pam dan pos pelayanan (Pos Yan) di Kudus. “Empat Pos Pam dan satu Pos Yan,” tuturnya kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Pos pelayanan akan ditempatkannya di depan Terminal A Jati Wetan. Sementara itu untuk pos pengamanan ditempatkan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Klaling, depan Pasar Swalayan Ada dan kawasan Plasa Kudus Matahari. “Sebenarnya sama semua untuk pengamanan dan pelayanan. Namun untuk Pos Yan lebih lengkap,” jelasnya.

Perwira menengah di jajaran Polres Kudus tersebut menyebutkan, nantinya Pos Yan akan dilengkapi fasilitas bengkel, TV, tempat istirahat, tenaga medis, dan ATM. Menurutnya, sambil beristirahat pemudik bisa melakukan transaksi lewat ATM yang disediakan. “Intinya nanti tanggal 19 (Juni 2017) pos sudah siap semua,” tambahnya.

Setiap Pos Yan maupun Pos Pam menurutnya akan dijaga oleh 30 hingga 35 personel polisi. Dengan adanya Pos Yan dan Pos Pam pihaknya berharap pemudik saat melewati Kabupaten Kudus merasa aman. Jika lelah pemudik dapat beristirahat ditempat nyaman dan aman yang telah disediakan.

Kompol Tugiyanto memastikan, jalur lalu lintas di Kudus tidak akan ada kepadatan arus pemudik. Menurutnya, arus pemudik yang datang dari arah Cirebon akan terpecah di kabupaten-kabupaten hingga di Semarang. Di Semarang pun akan terpecah ke Demak, Jepara dan Grobogan. “Kemungkinan nanti pemudik yang lewat berasal dari Kudus sendiri dan Pati,” tuturnya.

Namun pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan menerjunkan anggota Polisi lalu lintas (Polantas). Menurutnya, kepadatan akan terjadi di dalam kota sendiri. Masyarakat akan keluar untuk jalan-jalan bersama teman dan sanak keluarganya. “Dulu Jalur Pantura sempat padat karena ada pasar tumpah di depan Jambu Bol. Namun kan sekarang sudah tidak ada lagi. Paling nanti yang padat dalam kota sendiri,” terangnya.