Belum Ada Satu Jam, Beras dan Gula di Pasar Murah Ramadan Ludes, Sulasih Tak Kebagian

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, PIJI – Ratusan orang berkerumum di stan-stan pasar murah di halaman Kantor Kecamatan Dawe, Kudus. Mereka terlihat menggenggam uang untuk nantinya dibelikan beberapa sembako. Saat pembukaan pasar murah dilakukan Bupati Kudus Musthofa usai, masyarakat yang didominasi perempuan tampak berdesak-desakan untuk mendapatkan sembako yang dijual lebih murah daripada di pasaran.

Pasar murah Ramadan di Desa Piji, Dawe, Kudus 2017_6
Pasar murah Ramadan di Desa Piji, Dawe, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Stan yang mengahadap utara tampak memperlihatkan minyak goreng kemasan satu liter, kue kering, buku, gula pasir dan beras. Namun ada pula stan di sisi selatan halaman kecamatan menjual kue kering, sirup dan kebutuhan Lebaran lainnya yang disediakan Hypermart serta beberapa UMKM. Satu truk yang berisi elpiji ukuran tiga kilogram juga terlihat terparkir. Tampak agen yang menyediakannya melayani beberapa masyarakat sudah mengantre.

Dari barang-barang yang dijual di pasar murah, hanya beras dan gula pasir yang habis kurang dari satu jam. Banyak masyakat yang datang tidak kebagihan beras jenis SS yang dikemas lima kilogram tersebut. Termasuk, Sulasih (26) yang mengaku tidak kebagihan beras. Warga Desa Lau, Kecamatan Dawe mengaku sudah ikut mengantre untuk mendapatkan beras seharga Rp 7 ribu per kilogram. “Ini hanya dapat sembilan minyak goreng saja. Saya tidak dapat beras maupun gula pasir,” ungkapnya, Senin (12/6/2017).

Kesembilan minyak goreng masing-masing dibelinya dengan harga Rp 11 ribu. Menurutnya, minyak goreng yang dibeli akan digunakan untuk kebutuhan sisa hari di Ramadan dan Lebaran. Sulasih berencana akan datang di kecamatan lain dalam kegiatan serupa. “Kegiatan ini sangat membantu menekan kebutuhan dapur menjelang lebaran. Semoga terus diagendakan,” jelasnya.

Imam Prayitno, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menuturkan, pasar murah yang diagendakan menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah diawali di Kecamatan Dawe, Gebog dan Kaliwungu. Selanjutnya, tanggal 14 Juni 2017 di Kecamatan Undaan, Jati dan Kota. Dan terakhir tanggal 15 Juni di Kecamatan Bae, Mejobo dan Jekulo.

“Kegiatan ini kerja sama dengan kecamatan-kecamatan di Kudus. Jadi untuk tempatnya di kecamatan,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Di pasar murah, pihaknya memberikan subsidi untuk pembelian beras, gula pasir dan minyak goreng. Dia menuturkan menyediakan beras SS sejumlah 15 ton, gula pasir 18 ton dan minyak goreng 18 ribu liter. Masing-masing disetiap kecamatan akan diberi beras 1.650 kilogram, gula pasir dua ton dan minyak goreng dua liter.

Dia membandingkan, harga beras SS yang dijualnya di pasar murah yakni Rp 7 ribu perkilogram. Sedangkan di pasaran berkisar Rp 10.500 perkilogram. Begitu juga gula pasir seharga Rp 10 ribu perkilogram dengan harga di pasaran Rp 12.500. Imam melanjutkan, untuk minyak goreng dijualnya 11 ribu per liter dengan harga pasaran berkisar Rp 14.500.

“Di sini juga ada barang-barang dari Hypermart, Pasar Swalayan Ada, Ramayana dan produk UMKM. Untuk LPG dari agen sendiri. Itu bukan bagian dari kami,” terangnya.

Menurut Imam, kegiatan pasar murah juga menyediakan daging kerbau beku yang dijualnya seharga Rp 75 ribu per kilogram. Menurutnya, daging tersebut disediakan oleh agen yang sudah siap stok selama pelakasanaan pasar murah di sembilan kecamatan. “Untuk daging kerbau beku Rp 75 ribu per kilogram,” tambahnya.