Petugas BNN Gedor Pintu Kos di Megawon, Saat Dibuka Sepasang Muda-Mudi Berada di Dalam

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MEGAWON – Petugas Polres Kudus dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus terus menggedor pintu hitam kamar MGAC1. Hingga dua menit, pintu kamar kos Cendana Jalan Mejobo, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, belum juga dibuka. Tak sabar, seorang petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah berteriak dan menggedor pintu hingga penghuninya keluar.

BNN Provinsi Jateng lakukan operasi narkoba di kos-kos Kudus 2017_6_9
BNN Provinsi Jateng lakukan operasi narkoba di kos-kos Kudus. Foto: Imam Arwindra

“Bentar pak, bentar pak. Kuncinya susah dibuka,” tutur suara perempuan dari dalam kamar kos saat petugas BNN Provinsi Jawa Tengah menggedor pintu dalam operasi yang dilakukan Kamis (8/6/2017) malam.

Saat pintu kamar kos sudah dibuka, terlihat seorang perempuan bergaun merah jambu dan lelaki kurus bertato berdiri di depan kamar mandi dalam. Wanita yang juga memiliki tato di lengan tangan kirinya tersebut terlihat segera menuju kamar mandi untuk mengganti baju. Kedua orang yang tidak memiliki ikatan pernikahan tersebut segera diglandang ke halaman parkir kos untuk dilakukan tes urin.

Saat pemeriksaan urin berjalan sekitar 10 menit, kamar kos MGAC1 yang dihuni dua orang tersebut diperiksa petugas BNN. Petugas tampak memeriksa di dalam almari, tas dan beberapa sudut ruangan kamar yang didominasi gambar anime Doraemon.

Sedangkan penghuni perempuan berdiri di depan kamar sambil terus dicecar pertanyaan oleh petugas BNN lainnya. Perempuan tersebut mengaku bernama DF (21), berasal dari Semarang. Menurunya, dia orang asli Kudus namun sejak kecil sudah hidup dan tinggal di Semarang. “Saya itu tadi kerja. Ini baru pulang bener dan akan langsung kembali ke Semarang,” tutur perempuan yang mengaku bekerja di tempat hiburan di Semarang.

Menurutnya, laki-laki yang sedang diperiksa berimisial G yakni teman dekatnya. Dia tidak tahu menahu teman dekatnya tersebut pengguna narkotika atau tidak. Dia belum lama kenal, dan malam ini laki-laki tersebut akan mengantarkannya kembali ke Semarang. “Saya tidak tahu (dia pengguna narkotika). Saya baru kenal. Dia orang kudus, dia ceweknya banyak,” jelasnya.

DF mengaku datang ke Kudus karena ada panggilan pekerjaan. Selama berada di Kudus, dirinya tinggal di Kamar MGAC1 Kos Cendana. Selebihnya, dia mengaku bekerja dan tinggal di Semarang. “Di Kudus kan saya kerjanya offline. Tadi sudah izin sama bunda untuk balik Semarang,” tambahnya.

Saat dilakukan tes urin, DF terbukti negatif narkoba. Namun teman dekatnya positif menggunakan narkoba.

Kepala Seksi Penyidikan, Penindakan dan Pengejaran BNN Provinsi Jawa Tengah Kompol Sigit Bambang Hartono, mengungkapkan, operasi bersih dari narkoba yang dilaksanakan pukul 22.00 WIB hingga dini hari menemukan dua orang yang terindikasi menggunakan narkotika. Menurutnya, operasi yang dilakukan menyasar rumah kos yang terletak di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus dan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.

“Di Megawon kita dapat satu orang yang terindikasi pengguna narkotika dan di Megawon satu orang. Semua cowok,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, operasi pertama dilakukan di kos Kaari Mandiri Desa Ngembalrejo. Di sana terdapat 35 orang penghuni dan pemilik kos yang dites urin. Ditemukan satu orang berinisial ST yang positif menggunakan narkotika. Selanjutnya, operasi dilanjutkan di kos Cendana, komplek ruko Cendana Residence. Di sana terdapat 30 orang yang dites urin. Dan laki-laki inisial G positif menggunakan narkotika.

“Hasilnya, ada satu lagi yang dinyatakan terindikasi positif, sehingga totalnya ada dua orang yang positif metamfetamin. Zat ini biasanya terdapat pada narkotika jenis sabu,” ungkapnya

Menurutnya, kedua orang yang terindikasi narkotika tersebut akan dibawa ke Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait adanya barang bukti, pihaknya tidak menemukan barang bukti dari kedua tempat. Dia menuturkan, operasi bersih dari narkoba yang dilakukannya untuk mewujudkan Jawa Tengah bebas dari narkoba.