Polisi Peringatkan Pemudik Agar Berhati-Hati Saat Melintasi Tikungan ‘Maut’ di Kudus

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, POLRES – Papan imbauan yang berada di tiang pemisah jalur dua arah Jalan Lingkar Selatan Kudus tampak masih berfungsi baik. Papan tersebut berada sebelum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Payaman. Dari arah selatan tertulis “Hati-hati Kurangi Kecepatan Rawan Kecelakaan”. Sementara dari arah utara tanda serupa juga ada, ditambah simbol lalu lintas belok kanan dan tanda seru dengan di bawahnya tertulis ‘Tikungan Tajam’.

Jalur mudik di Gerbang Kudus Kota Kretek, perbatasan Kudus dan Demak 2017_6
Jalur mudik di Gerbang Kudus Kota Kretek, perbatasan Kudus dan Demak. Foto: Imam Arwindra

Jalur tikungan tajam tersebut berada di Jalan Lingkar Selatan Desa Payaman, Kecamatan Mejobo Kudus. Menurut Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kudus Kompol Tugiyanto, tikungan itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas dan memakan korban. Dia berpesan dalam kegiatan mudik dan arus balik masyarakat yang melewati jalur utama pantura  tersebut agar selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Meski sudah ada rambu-rambu peringatan, pemudik agar tetap hati-hati lewat Jalur Lingkar Selatan,” tuturnya saat ditemui di Mapolres Kudus belum lama ini.

Dia menjelaskan, pemudik yang melewati Kabupaten Kudus didominasi pengendara menuju ke Kabupaten Pati, Rembang dan Jepara. Pemudik akan melewati dua jalur yakni jalur pantura dan jalur dalam kota. Menurutnya, pada jalur pantura pemudik akan melewati Jalan Lingkar Selatan sejauh 22 kilometer dengan jarak tempuh 30 menit pada kecepatan 80 kilometer per jam.

Sedangkan dalam kota, katanya, akan menempuh perjalanan 19 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Menurutnya, selagi tidak ada kecelakaan, arus lalu lintas dipastikan lancar.

“Yang banyak kemacetan nanti malah di dalam kota. Mobilitas masyarakat untuk keluar misal ke Alun-alun Simpang Tujuh tinggi. Terutama nanti pas malam takbir (lebaran Hari Raya Idul Fitri),” jelasnya.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral bertempat di Aula Tunggal Panaluan Mapolres Kudus 13 Juni 2017 lalu, dirinya memperkirakan arus kendaraan mudik Lebaran mulai meningkat melewati Kudus tanggal 20 Juni 2017. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 21-24 Juni 2017. “Cuti bersama tanggal 23-28 Juni 2017. Hari Raya Idul Fitri tanggal 25-26 Juni 2017,” tuturnya.

Sedangkan puncak arus balik, tutur Tugiyanto, diperkirakan akan terjadi pada 30 Juni – 1 Juli 2017. Dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitir 1438 Hijriyah, pihaknya menggelar Operasi Ramadniya 2017 dari tanggal 19 Juni hingga 4 Juli 2017. Dalam operasi tersbeut Polres akan menerjunkan 300 personel dari 780 personel yang dimiliki Polres Kudus.

“Ada juga tambahan 102 personel dari Kodim 0722, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan lembaga lainnya,” tuturnya.

Pihaknya juga membuat empat Pos Pengamanan (Pos Pam), satu Pos Pelayanan (Pos Yan) dan satu sub Pos Pam di jalur-jalur yang dilalui pemudik. Dia meyebut, Pos Yan akan ditempatkannya di depan Terminal A Jati Wetan. Sedangkan untuk Pos Pam ditempatkan di depan Kantor Bupati Kudus, dekat SPBU Kerawang, depan Pasar Swalayan Ada dan depan Plasa Kudus Matahari dan satu sub Pos Pam di depan Pasar Kliwon.

“Personil yang diterjunkan untuk Pos Pam dan Pos Yan 180 personil polisi dan tambahan personel samping 102,” jelasnya.