Puasa 3 Tahun Lalu Mahmud Membuka Warung Khusus Lauk, Kini Usahanya Semakin Berkembang

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PANJANG – Di tepi barat Jalan Sosrokartono Desa panjang, Kecamatan Bae, Kudus tampak sebuah warung beratap esbes. Di warung tersebut tampak beberapa pekerja sedang sibuk melayani para pembeli. Di sudut lain tampak seorang pria mengenakan jaket merah sedang mengamati kegiatan di warung tersebut. Pria itu yakni Mahmud Subarkah (28), pemilik warung Attin Corner.

Attin Corner, warung khusus lauk di Desa Panjang, Bae, Kudus 2017_6
Attin Corner, warung khusus lauk di Desa Panjang, Bae, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil mengamati kegiatan di warungnya, pria yang akrab disapa Mahmud itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, mulai merintis usaha Attin Corner yang menjual aneka lauk pauk dan sayur mayur pada tahun 2013. Menurutnya, saat buka pertama kali itu juga pada waktu Ramadan.

“Pada waktu itu kita berfikir untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa untuk masyarakat Kudus. Karena masyarakat Kudus itu kebanyakan orang sibuk dan mungkin tidak sempat masak untuk berbuka puasa. Dan di situ aku melihat peluang dan alhamdulillah responnya sangat bagus,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pria warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus itu mengatakan, awal berjualan saat itu hanya menggunakan satu meja, dan sekarang sudah ada beberapa meja. Karena cita rasa aneka lauk pauk dan sayur mayur yang dijualnya cocok dengan lidah para pelanggannya, dia mengaku diminta para pelanggan agar terus berjualan meski tidak bulan puasa.

“Karena tidak ingin mengecewakan para pelanggan, aku pun menuruti kemauan mereka dengan tetap berjualan lauk pauk serta sayuran meski tidak Bulan Ramadan. Dengan aneka menu masakan rumahan lengkap, lezat dan hemat. Usahaku tersebut bisa bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.

Pria yang baru dikaruniai satu anak itu mengungkapkan, menjual aneka lauk di antaranya burung puyuh balado yang dijual Rp 8 ribu seporsi, dan Rp 15 ribu dua porsi.  Sedangkan ayam kampung bumbu rujak Rp 15 ribu seporsi. Ada juga ayam bumbu kecap dihargai Rp 5 ribu seporsi. Ada juga garang asem ayam kampung yang dijual dengan harga sangat terjangkau yakni Rp 10 ribu sebungkus.

“Selain garang asam ayam kampung, kami juga menyediakan garang asem ayam pedaging yang kami jual Rp 7 ribu seporsi. Ada juga nila bakar yang kami hargai mulai Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Kepala manyung kami jual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Khusus untuk kepala manyung kami tidak menyetok banyak, karena harganya agak mahal. Namun begitu kepala manyung pasti habis duluan,” ujarnya.

Selain lauk pauk dia mengaku juga menjual aneka sayur mayur di antaranya, sayur lodeh, sayur bening, sayur asem, sop, dan soto, yang dijual mulai harga Rp 1.500 hingga Rp 3 ribu sebungkus. “Selain menunya lengkap, Attin Corner memang terkenal harganya lebih murah dari pada yang lain. Dan sehari aku mampu menjual ratusan bungkus lauk dan sayur,” ungkapnya.