Sejak Puluhan Tahun Lalu di Menara Ada Ngaji Fiqih yang Membahas Persoalan Sehari-Hari

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Ratusan orang terlihat berbondong-bondong menuju arah kantor Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Tampak ratusan orang duduk lesehan di aula kantor tersebut. Banyaknya pengunjung yang datang membuat aula tersebut penuh sesak. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Malam Khataman Darusan Umum oleh Pengurus Pengajian Pitulasan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Malam khataman di aula Kantor YM3SK 2017_6
Malam khataman di aula Kantor YM3SK. Foto: Imam Arwindra

Banyak di antara pengunjung yang datang mengenakan ikat kepala, berpakaian koko dan bersarung batik. Di antaranya Arif Wibowo (25), yang datang dari Batealit, Jepara. Dirinya mengaku sengaja datang ke kegiatan Malam Khataman Darusan Umum untuk mengetahui pembahasan persoalan Fiqih dalam acara tersebut. Menurutnya, dari setiap pembahasan akan diringkas hasilnya pada Malam Khataman Darusan Umum. Hasil tersebut dikatakan juga dicetak dalam sebuah buku saku.

“Saya itu penasaran dengan hukum memakai parfum beralkohol. Diperbolehkan apa tidak,” tuturnya dengan wajah penasaran, Rabu (21/6/2017).

Menurutnya, dari hasil pembahasan yang dibacakan KH Em Nadjib Hassan, penggunaan minyak beralkohol tidak masalah. Karena penggunaan parfum yang mengandung alkohol termasuk diampuni. Selain itu, pembahasan juga dilanjutkan penggunaan minyak rambut ketika berwudu perlu dibersihkan atau tidak.

“Tadi dari Kiai Nadjib bilang (minyak rambut) tidak harus dibersihkan selagi minyak tersebut berupa jenis minyak cair yang tidak menghalangi aliran air wudlu. Atau jika menggunakan jenis pomade yang jelas menghalangi lajunya air namun menggunaannya jangan keseluruhan rambut. Karena menurut Imam Syafi’i yang wajib mengusap rambut hanya sebagian saja,” jelasnya.

Dari buku tanya jawab yang dimiliki Arif, terdapat 24 pembahasan fiqih yang dibahas selama kegiatan tanya jawab As’ilah di bulan Ramadan tahun 2017. Menurutnya, selain kegiatan tanya jawab yang hanya di malam Selasa juga ada kegiatan darusan dan pengajian umum yang dilaksanakan setelah salat Tarawih.

“Saya pernah ikut enam kali pada tahun ini. Namun saya juga pernah ikut full saat masih sekolah di MTs dan MA Qudsiyyah,” jelasnya yang sekarang bekerja di Jepara.

Sementara itu, Ketua YM3SK KH Em Nadjib Hassan mengungkapkan, penyelenggaraan Darusan Umum dilakukannya dari tanggal 3-27 Ramadan. Menurutnya, usai salat Isya bertempat di aula YM3SK pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB ada darusan umum. Setelah itu dilanjutkan, pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB pengajian umum yang pengisinya secara bergantian. Khusus malam selasa ada tanya jawab seputar pembahasan Fiqih dari masyarakat.

“Kegiatan ini Alhamdulillah bisa istiqomah dilaksanakan setiap bulan Ramadan,” ungkapnya.

Dia menceritakan, kegiatan serupa dilaksanakannya sejak tahun 1960. Setiap tahun jamaah yang mengikuti kegiatan mengalami peningkatan. Terutama dua tahun terakhir ini, suasana kegiatan dibuat lesehan di atas tikar.

Untuk pembahasan tanya jawab Fiqih dirinya bersama tim dialogis KH Arifin Fanani, KH M Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi merampungkan 24 tema pertanyaan dari masyarakat mengenai permasalahan Fiqih yang dialami sehari-hari. Hasil pembahasan tersebut dicetaknya dan dibagikan kepada jamaah yang hadir. “Dalam pembahasan terdapat juga keterangan dari berbagai macam sumber kitab kuning,” jelasnya.

Malam Khataman Darusan Umum yang diadakan, menurut KH Em Nadjib Hassan rencana awal akan dihadiri oleh KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Namun karena sedang sakit akhirnya pembicara digantikan oleh KH Muzamil dari Sumenep Madura yang sekarang tinggal di Yogyakarta.

“Ini tadi saya dapat WA (Whats App) dari Gus Mus katanya badannya belum sehat. Sudah dipijat, dikerok namun belum sehat. Ini juga anak-anak melarang. Mohon maaf dan salam untuk jamaah,” ungkap KH Em Nadjib Hassan yang membacakan isi WA dari Gus Mus.