Selama Ramadan, Ada Buka Bersama di Masjid Ini Setiap Hari

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG PAKIS – Masjid dengan empat saka beton bercat mengkilat tampak berdiri kokoh dengan pintu masuk berhias gebyok. Masjid yang berada di Dukuh Krajan Lor, Desa Jepang Pakis, Jati, Kudus tersebut eksterior dan ineteriornya dihiasi dengan berbagai ornamen. Masjid itu yang bernama Masjid Sabilul Muttaqin. Selama Ramadan tahun ini, pengurus masjid menyediakan sajian buka bersama setiap hari.

Kubah dalam Masjid Sabilul Muttaqin 2017_6
Kubah dalam Masjid Sabilul Muttaqin. Foto: Rabu Sipan

Kepada seputarkudus.com, Muhammad Sulikan (53), anggota takmir masjid sudi memberi penjelasan semua kegiatan di Masjid Sabilul Muttaqin. Dia mengungkapkan, selama puasa masjid yang berada tepat di pojok pertigaan jalan tersebut selalu menyediakan buka puasa. Menurutnya, buka puasa tersebut disediakan untuk mereka yang ke masjid menghadiri pengajian setiap sore.

Baca juga: Sabilul Muttaqin, Masjid di Jepang Pakis nan Indah yang Bentuknya Memanjang ke Utara

“Selama Ramadan Masjid Sabilul Muttaqin ada kegiatan rutin setiap hari yakni pengajian setiap sore mulai pukul 16.30 WIB hingga Maghrib datang. Dan mereka yang datang menghadiri pengajian tersebut mendapatkan buka puasa gratis. Jumlahnya juga lumayan banyak ada sekitar 80 porsi setiap hari,” ujar pria yang akrab disapa Sulikan beberapa waktu lalu.

Pria yang rumahnya berdampingan dengan Masjid Sahibul Muttaqin tersebut mengungkapkan, dana untuk buka bersama tersebut berasal dari swadaya masyarakat setempat. Selain pengajian dan buka bersama, tutur dia, selama Ramadan sama dengan masjid lainnya yakni tadarusan setiap pagi, Tarawih, Tarkim dan lainnya.

Dia menuturkan, masjid Sahibul Muttaqin yang dibangun pada tahun 1992 dan diresmikan oleh KH Asnawi Akhmadi  pada tahun 2011. Selaun digunakan untuk salat, juga difungsikan untuk pemberangkatan serta pemulangan para jemaah haji dari Desa Jepang Pakis.

“Sejak dibangun Masjid Sahibul Muttaqin dan dijadikan tempat pemberangkatan dan pemulangan para jemaah haji. Alhamdulillah setiap tahun rutin warga Desa Jepang Pakis, selalu ada yang menunaikan ibadah haji. Bahkan pada tahun 2006 itu jemaah haji mencapai 26 orang, termasuk diriku,” ungkapnya.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, selama ini warga setempat yang pergi ibadah haji, dan diberangkatkan sudah sangat banyak. Bahkan seingat dirinya, setiap tahunnya warga yang pergi haji selalu lebih dari lima orang.

“Seingatku paling sedikit itu lima orang, dan di tahun lainnya pasti lebih dari jumlah tersebut. Alhamdulillah di Desa Jepang Pakis ini sudah banyak warga yang mampu menunaikan Rukun Islam kelima tersebut. Semoga saja ke depannya makin banyak lagi warga lainnya bisa ke tanah suci untuk ibadah haji,” ujarnya.