Sumiyatun Siap Mundur dari PNS Usai Dapat Dukungan 8 PAC PDI Perjuangan

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PEGANJARAN – Suara teriakan terdengar dari gang masuk barat SPBU Peganjaran Jalan Panjang Lingkar Utara Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Teriakan tersebut dari puluhan orang berbaju merah. Mereka tampak mengepalkan tangan ke atas sambil membawa baner bertuliskan ‘Pengurus Ranting dan PAC PDI Perjuangan Siap Mendukung dan Mengusung Hj Sumiyatun, S.H Sebagai Calon Bupati Kudus 2018’.

Bakal calon bupati Kudus 2018 Sumiyatun mendapat dukungan 8 PAC PDI Perjuangan 2017_8
Bakal calon bupati Kudus 2018 Sumiyatun mendapat dukungan 8 PAC PDI Perjuangan. Foto: Imam Arwindra

Mereka adalah perwakilan delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) serta Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kudus. Mereka ingin Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Sumiyatun menjadi calon Bupati Kudus periode 2018-2022 dari partainya.

Tak lama berselang, perwakilan PAC tersebut menyerahkan map warna merah berisi dukungan kepada Sumiyatun. Farid Ghozali Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gebog menuturkan, bersama tujuh PAC lainnya, dia menginginkan Sumiyatun untuk menjadi calon Bupati Kudus dari partainya. Menurutnya, pernyataan sikap tersebut juga didukung hampir 100 ranting dari jumlah 132 desa di Kudus.

“Delapan PAC (PDI Perjuangan) mendukung Hajah Sumiyatun untuk menjadi bakal calon Bupati Kudus. Minus Undaan (PAC PDIP Kecamatan Undaan),” ungkapnya saat ditemui di depan rumah Sumiyatun, Desa Peganjaran, Bae, Kudus, Kamis (1/6/2017).

Farid melanjutkan, dalam rapat penjaringan bakal calon nanti, pihaknya menginginkan Sumiyatun yang berlatar belakang birokrat dipasangkan dengan kader PDI Perjuangan. Hal tersebut karena Sumiyatun yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas PKPLH dianggap berprestasi. Dia mengatakan, munculnya nama Sumiyatun merupakan aspirasi masyarakat.

“Ibu Hajah Sumiyatun kinerjanya baik di dinas. Prestasinya juga baik mendapatkan tiga Adipura Nasional dan piala presiden. Selain itu beliau berhasil mengubah wajah Kudus. Meski beliau PNS, komunikasi dengan kader pengurus PAC dan Ranting (PDI Perjuangan Kudus) juga baik. Beliau juga komitmen untuk membesarkan partai bahkan siap menjadi kader partai. Geh kan bu?,” tuturnya sambil menghadap ke arah wajah Sumiyatun yang berdiri tepat di sisinya.

Menurutnya, sesuai Pasal 11 ayat 1 poin A peraturan PDI Perjuangan Nomor 4 Tahun 2015 tentang Rekrutmen dan Seleksi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, setiap PAC di kota maupun kabupaten bisa mengusulkan sebanyak-banyaknya dua bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Pengusulan nama bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus sesuai syarat ketentuan partai dan juga memperhatikan usulan kader.

Saat ditanya tentang pencalonan Ketua DPRD Kudus Masan sebagai bakal calon Bupati Kudus, Farid mengungkapkan Masan tidak bisa mencalonkan atau dicalonkan dari PDI Perjuangan selama masih menjadi pimpinan DPRD. Hal tersebut menurutnya sudah diatur dalam perturan partai Pasal 6 ayat 1 peraturan partai Nomor 4 Tahun 2015.

Dia menyebutkan, dalam pasal tersebut berbunyi pimpinan DPRD kabupaten atau kota dan Pimpinan DPRD propinsi dilarang untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Mengingat jabatan tersebut strategis di dalam partai. Hal tersebut guna menciptkan kebijakan partai menjadi kebijakan pemerintah daerah.

“Kalau mundur (dari pimpinan DPRD Kudus) sebelum penjaringan kami bisa mengusulkan. Tapi ini delapan PAC tetap mengusulkan Hajah Sumiyatun,” jelasnya.

Sumiyatun yang berada dilokasi mengungkapkan, dirinya siap jika dicalonkan menjadi calon bupati Kudus. Bahkan lebih jauh, dirinya siap keluar dari PNS bila hal tersebut sesuai dengan peraturan untuk menjadi calon kepala daerah. “Ini kehendak masyarakat. Saya siap sesuai aturan,” tegasnya.