Waspadai 11 Titik Rawan Macet di Jalur Mudik Lebaran 2017 Kabupaten Kudus

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Volume kendaraan roda empat dan roda dua di Jalan Jendral Sudirman tampak padat merayap. Kendaraan terlihat menumpuk tepat di laju depan Pasar Kliwon Kudus. Terlihat petugas kepolisian sedang sibuk mengatur lalu lalang kendaraan. Penumpukan kendaraan tidak hanya dikarenakan bertambahnya volume kendaraan, melainkan juga adanya aktivitas di Pasar Kliwon.

Pasar Kliwon, titik rawan macet jalur pantura Kudus 2017_6
Pasar Kliwon, titik rawan macet jalur pantura Kudus. Foto: Imam Arwindra

Kendaraan pengunjung pasar terlihat di parkirkan di bahu jalan, hingga jalan yang seharusnya dua arah diberlakukan sementara satu arah untuk mengurai kemacetan. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Didik Sugiharto, Jalan Jendral Sudirman yang berada di depan Pasar Kliwon yakni satu di antara 11 titik kemacetan di Kudus pada arus mudik dan balik Lebaran. Selain di tempat tersebut, terdapat tujuh tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan kemacetan saat momen lebaran 1438 Hijriyah.

“Memang lokasi yang macet nanti Jalan depan Pasar Kliwon. Terlebih nanti saat mendekati Lebaran. Penyebabnya ya ada aktivitas di pasar,” tuturnya saat ditemui di Posko Bahagia Taman Tanggulangin belum lama ini.

Dia melanjutkan, ketujuh lokasi yang diwaspadai terjadi kemacetan yakni Simpang Tujuh, kawasan Matahari dan Pasar Bitingan, Terminal Jati, Ada Swalayan, Jalan Kudus-Jepara Kilometer 4, Jalan Kudus-Purwodadi kilometer 8, Pasar Bareng dan Pasar Dawe.

Selain titik kemacetan, Didik juga memberitahukan ada tiga titik rawan kecelakaan yang dilewati para pemudik. Tiga titik itu antara lain Jalan Lingkar Selatan Km 9, Jalan Kudus-Pati kawasan Bulusan, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo dan Jalan Kudus-Pati kawasan PT Pura Barutama Terban. Menurutnya, kesebelas lokasi tersebut berada di jalur pantura yang sudah masuk kawasan titik macet.

“Kami sudah kordinasi dengan Lantas (Sat Lantas Polres Kudus). Untuk antisipasi lokasi tersebut selain sudah diberi rambu-rambu juga akan ada petugas yang ditempatkan di titik tersebut,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengurai kemacetan pihaknya sudah membuat pengalihan arus dengan memanfaatkan jalur alternatif yang sudah dipetakkan. Dia menuturkan untuk kondisi jalan utama dan jalur alternatif di Kudus sudah siap dilewati para pemudik.

Dalam kesiapannya menghadapi arus pemudik yang menggunakan angkutan umum, Dishub Kudus sudah menyiapkan armada bus Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) sebanyak 118 bus dengan cadangan 19 bus. Sedangkan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 167 bus dengan cadangan 19 bus. Berikut juga angkutan untuk melayani dalam Kabupaten Kudus sebanyak 651 kendaraan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan bersama rekan Lantas. Yang sudah layak jalan kami beri stiker,” tuturnya.

Menurutnya, prediksi jumlah penumpang pada arus mudik di Kudus akan meningkat kurang lebih sembilan persen dari tahun 2016 sebesar 117.754 penumpang. Sedangkan saat masa lebaran naik kurang lebih lima persen dari tahun 2016 23.742 penumpang. Saat arus balik penumpang yang menggunakan angkutan umum akan naik lima persen dari data tahun 2016 sebesar 111.494 penumpang.

“Kenaikan hingga sembilan persen saat arus mudik juga bersamaan dengan waktu libur sekolah,” tuturnya.

Sementara itu untuk jumlah angkutan penumpang umum keluar masuk terminal induk pada arus mudik tahun 2017 naik kurang lebih tiga persen dari angka tahun 2016 sebesar 4.165 bus. Sedangkan saat lebaran tiba juga diprediksi naik tiga persen dari tahun 2016 sebesar 1.753 bus. Puncaknya nanti meningkat pada arus balik di mana tahun 2016 jumlah bus 5.433 armada yang diprediksi tahun 2017 naik tiga persen.