Waterboom Mulia Wisata Donasikan Hasil Uang Parkir Ke Masjid Desa Lau

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, LAU – Di tepi timur Jalan Kudus-Colo Km 12 Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus tampak sebuah bangunan memanjang berlantai dua. Bangunan yang di atas pintu masuknya terdapat patung Kingkong tersebut memiliki halam luas dan dijadikan tempat parkir. Tempat tersebut yakni Waterboom Mulia Wisata yang hasil parkirnya didonasikan ke masjid desa setempat.

Wahana air Waterboom Mulia Wisata, Kudus 2017_5
Wahana air Waterboom Mulia Wisata, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada seputarkudus.com, Kharirotus Sa’adah (45), Manajer Waterboom Mulia Wisata, sudi berbagi penjelasan tentang hasil uang parkir di wahana tersebut. Dia mengungkapkan, hasil parkir para pengunjung yang didapat disumbangkan ke Masjid Al Munawaroh di Desa Lau. Menurutnya, hal tersebut wujud sumbangsih Waterboom Mulia Wisata ke desa setempat.

Baca juga: Tarik Pengunjung Saat Ramadan, Waterboom Mulia Wisata Jorjoran Promo

“Waterboom Mulia Wisata itu punya misi agar bisa menjadi sarana edukasi, seni, budaya, bisnis, sosial, wisata air dan alam. Dan sosialnya kami wujudkan satu di antaranya dengan mendonasikan uang parkiran ke Masjid Al Munawaroh di Desa Lau,” ujar perempuan yang akrab disapa Khoriroh beberapa waktu lalu.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, sebenarnya sebelum uang parkir didonasikan ke masjid, parkir di Waterboom Mulia Wisata dikelola sejumlah warga. Namun karena sering bermasalah dengan menaikan tarif parkir, manajemen memutuskan agar uang parkir Waterboom Mulia Wisata disumbangkan ke masjid setempat.

Dia mengatakan, keinginan tersebut didukung remaja masjid dan tokoh masyarakat Desa Lau. “Parkiran dikelola oleh preman selama dua tahun. Sejak 2013 hingga sekarang dan semoga saja bisa selamanya uang parkir kita donasikan untuk masjid desa setempat. Setelah kepotong pajak dan upah pekerja parkir,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, selain donasi tersebut sumbangsih lainnya yakni tiket masuk seluruh warga Desa Lau, Dawe, Kudus hanya Rp 15 ribu. Bahkan gratis untuk warga Desa Lau yang satu Rukun Tetangga (RT) dengan Waterboom Mulia Wisata. Selain itu, seluruh pelajar se Kecamatan Dawe dan Gebog tiket masuk waterboom hanya Rp 15 ribu per orang.

Oh ya satu lagi, kami juga menyediakan tiket khusus masuk Waterboom Mulia Wisata untuk santri seharga Rp 10 ribu per orang khusus hari Jumat,” jelasnya.

Warga Desa Gondoharum, Jekulo, Kudus itu mengatakan, Waterboom Mulia Wisata buka sejak tahun 2010. Sejak itu wahana yang dibangun di atas tanah seluas sekita 1,5 hektare tersebut sudah punya sekitar 2.000 member. Untuk menjadi member, kata dia, pengunjung harus membuat kartu member seharga Rp 25 ribu. Sedangkan keuntungan menjadi member pengunjung bisa mendpatkan diskon tiket masuk serta saat berbelanja di area wahana.

Dia berharap, ada kepekaan dan kepedulian pemerintah tentang proteksi pariwisata yang terintegritasi di lereng Muria. Sehingga antara obyek wisata satu dengan yang lainnya bisa bersinergi. “Bukan berkompetisi tapi bersinergi dan itu butuh peran pemerintah. Kami sudah mulai, saat ada rombongan pengunjung dari lain daerah, kami memberi tahu kepada mereka potensi Kota Kretek yang menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.