Film Lathi Digarap dengan Peralatan Sederhana dan Proses Syuting Cukup Dua Hari

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, NGEMBALREJO – Waktu menunjukan pukul 22.30 WIB, terlihat sejumlah orang sedang menonton film di sebuah ruang tamu di tepi Jalan Raya Kudus Pati, Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. Sesekali suara bising kendaraan terdengar dari Jalan Raya tersebut. Sambil melihat proses film yang digarap berjudul Lathi, Asa Jadmiko (41), menjelaskan, tentang proses pembuatan film yang diproduksi Teater Djarum tersebut.

Asa begitu dia akrab disapa, mengaku sempat merasa haru saat melakukan proses recording sound track film itu. Dia mengungkapkan, bahwa di balik musik gamelan yang menjadi sound track film Lathi adalah anak-anak berusia kurang lebih enam tahun. Mereka adalah anak didik seorang seniman di Kudus, Waryoto Giok.

Baca juga: Teater Djarum Buat Film Berjudul Lathi, Akan Ditayangkan pada Hari Raya Idul Fitri

“Ilustrasi musik film itu dibantu mas Giok. Dan yang menabuh gamelan adalah anak-anak didikannya, yang usianya kerang lebih masih enam tahun. Saya merasa haru waktu recording. Mereka tampak piawai memainkan musik gamelan,” ungkap sutradara film Lathi itu kepada Seputarkudus.com belum lama ini.

Dia menjelaskan, proses pembuatan film Lathi kurang lebih sekitar satu bulan. Tetapi waktu untuk pengambilan gambar hanya dua hari saja. Asa yang juga pembuat ide cerita, membuat cerita tersebut tanpa menentukan dialognya. Sehingga para pemeran bisa melakukan pengembangan sesuai cerita yang sudah ditentukan.

Menurutnya, dalam proses pembuatan film tersebut hanya mengeluarkan sedikit biaya. Mereka menggunakan kamera dan alat seadanya. Asa juga mengungkapkan, adegan rapat di masjid yang rencana malam hari, berubah menjadi siang hari karena terkendala pencahayaan.

“Karena jika pengambilan gambar malam hari kami butuh laghting, jadi butuh sewa. Selain itu juga masjid setiap malam ada salat Tarawih dan tadarusan. Jadi kami lebih ingin memberikan tontonan sekaligus tuntunan, yang memiliki nilai tanpa menggurui. Dan kami masih belum mengutamakan kualitas filmnya,” jelasnya.

Sementara itu, pemain dalam film Lathi, Sutrimo (38), menambahkan, proses syuting hanya dilakukan di satu Dukuh saja, di Dukuh Blolo, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu Kudus. Selain itu, jarak lokasi juga berdekatan.

“Kami syuting dua hari karena ada adegan yang gagal. Waktu adegan di masjid suaranya tidak masuk, jadi kami ulang. Semua berjalan lancar, ada hal-hal sepontan yang tidak direncanakan dalam film itu,” tamabah pria yang berperan menjadi priyai dalam film Lathi itu.