Kios di Pasar Kliwon Ini Menjual Puluhan Jenis Jajanan, Dirintis Sejak 1997

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, PASAR KLIWON – Puluhan jenis jajanan tertata rapi di dalam rak kayu di kios lantai dua Blok D Pasar Kliwon, Kudus. Jajanan juga tampak memenuhi meja di kios tersebut. Begitu juga jalan pasar yang berada di depan kios juga sebagian digunakan untuk menaruh beberapa kardus dan kantong plastik berisi jajanan. Kios yakni toko Mbak Giarti, yang menjual lebih dari 50 jenis jajanan.

Arraudhotu Aliyatul Ula menjual berbagai jenis jajanan di Pasar Kliwon 2017_6
Arraudhotu Aliyatul Ula menjual berbagai jenis jajanan di Pasar Kliwon. Foto: Rabu Sipan

Menurut Arraudhotu Aliyatul Ula (20), yang tak lain putri pemilik kios, sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha ibunya tersebut. Dia mengungkapkan, ibunya mulai berjualan sejak tahun 1997. Awalnya ibunya berjualan sembako, namun karena kurang begitu lancar, kemudian baralih berjualan aneka jajanan.

“Ibuku berjualan sembako sekitar dua tahun, karena tidak begitu lancar kemudian ibuku berjualan aneka jajanan. Dan alhamdulillah sejak berjualan jajanan pembeli mulai berdatangan. Bahkan saat ini di kios ibuku tersedia lebih dari 50 jenis jajanan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ula beberapa waktu lalu saat ditemui di kios.

Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus itu mengungkapkan, kios Mbak Giarti menyediakan aneka jajanan kering dari produksi rumahan maupun pabrik. Dia pun kemudian merinci aneka jajanan tersebut, di antaranya, kerupuk tengiri, bakso, tahu, bawang, makaroni, singkong bakar, widaran, keciput, sumpia udang, hingga kerupuk rambak kerbau dan sapi pun ada serta masih banyak lagi jenisnya.

Selain itu, katanya, ada juga aneka olahan kacang di antaranya, kacang ayu bawang, kacang atom, kacang kapri tepung, bahkan kacang mete juga ada. Selain itu ada juga aneka kue nastar, madu mongso, aneka olahan coklat, permen dan agar-agar. “Pokoknya jenisnya banyak dan lebih dari 50 jenis jajanan. Dari sekian banyak jenis jajanan tersebut, yang paling laris kerupuk tengiri,” ujarnya.

Dia menuturkan, kerupuk yang dijual Rp 18 ribu seperempat kilogram tersebut  selama 20 hari bisa terjual 100 bos. Satu bos berisi 3 kilogram kerupuk tengiri. Begitu juga dengan keripik singkong bakar yang mampu terjual 100 kardus dalam waktu yang sama. Bedanya satu kardus keripik singkong bakar berisi 2,5 kilogram.

Anak pertama dari tiga bersaudara tersebut mengungkapkan, untuk harga keripik singkong bakar dijual Rp 28 ribu per setengah kilogram. Selain dua jajanan tersebut ada juga sumpia udang yang mampu terjual sekitar 70 kardus. Satu kardus berisi 3 kilogram sumpia udang dan harga jajanan tersebut yakni Rp 35 ribu per setengah kilogram.

Dia menuturkan, di kios Mbak Giarti juga ada kerupuk setan yang lumayan diminati pembeli. Sama dengan mi setan yang digandrungi karena punya rasa pedas, kerupuk setan juga begitu banyak diminati karena punya rasa ekstra pedas. Selama Ramadan ini tuturnya, kios Mbak Giarti mampu menjual sekitar 50 bos  dengan isi per bosnya dua kilogram.

“Sebenarnya semua aneka jajanan yang dijual di Kios Mbak Giarti laris semua. Kacang mete dan kerupuk rambak kerbau yang harganya relatif mahal juga lumayan laris,” ujarnya.

Dia menuturkan, peminat aneka jajanan yang dijual di Kios Giarti tidak hanya orang Kudus melainkan juga datang dari daerah sekitar, diantaranya Pati, Jepara, Purwodadi, Demak, Blora dan lainnya. “Bahkan beberapa dari mereka sudah menjadi pelanggan tetap Kios Mbak Giarti,” ungkapnya.