Mahasiswi STAIN Ini Rela Nyambi Kerja untuk Biayai Kuliahnya

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, KERJASAN – Di tepi Jalan Menara Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah toko bernama Toko Aziz Putra. Di dalam toko tampak seorang perempuan mengenakan jilbab warna biru sedang melayani pembeli. Perempuan tersebut bernama Atik Dina Zulfa (22) seorang Mahasiswi yang rela menyambi kerja untuk biaya kuliahnya.

Atik Dina Zulfa, penjual di toko Aziz Putra Kudus 2017_7
Atik Dina Zulfa, penjual di toko Aziz Putra Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai melayani pembeli perempuan yang akrab disapa Dina itu sudi berbagi penjelasan tentang pekerjaannya tersebut. Dia mengungkapkan, selain bekerja, saat ini dirinya juga terdaftar sebagai Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Kudus semester delapan jurusan Hukum Syariah.

Baca juga: Efri Beli Kurma di Toko Aziz Putra untuk Takjil Buka Puasa

“Aku kerja di Toko Aziz Putra sejak awal kuliah. Dan hasil dari bekerja di toko aku buat biaya kuliah hingga sekarang. Alhamdulillah selama ini cukup dan aku tidak pernah meminta uang saku atau uang semester kepada orang tuaku,” ungkapnya.

Perempuan yang berasal dari Demak itu mengaku sengaja kuliah sambil kerja agar tidak membebani orang tuanya dengan biaya kuliah yang ditempuhnya. Karena dia berharap dengan dibiayai sendiri kuliahnya tersebut orang tuanya bisa fokus untuk biaya pendidikan adiknya.

Anak kelima dari enam bersaudara itu mengatakan, agar bisa kuliah sambil kerja dirinya sengaja mengambil kuliah ekstensi lintas khusus (ELK) yang berangkatnya hari Kamis dan Jum’ at saja. Sedangkan selain dua hari tersebut digunakannya untuk bekerja di Toko Aziz Putra.

“Alhamdulillah bosku orangnya pengertian dan baik hingga memberiku libur dua hari untuk kuliah. Sedangkan selain dua hari tersebut aku bekerja mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Toko Aziz Putra menjual aneka makanan oleh-oleh diantaranya jenang, kurma serta madumongso. Nama terakhir merupakan hidangan khas warga Kudus saat menjelang lebaran selain jenang tentunya. Diakuinya, menjelang lebaran penjualan aneka dagangan di Toko Aziz Putra meningkat.

“Sama dengan aneka jajan oleh-oleh lainnya, menjelang lebaran madu mongso penjualannya juga naik. Karena memang Madumongso termasuk satu di antara hidangan yang jangan terlewatkan bagi masyarakat Kudus,” ujarnya.

Dia mengatakan, berbeda dengan jenang yang terbuat dari beras ketan, madumongso terbuat dari tape ketan hitam. Oleh sebab itu madu monso mempunyai rasa manis-manis dengan sensasi asam di dalamnya. Namun justru itu ciri khas dari madumongso.

“Madumongso di Toko Aziz Putra di jual perkap. Untuk kap ukuran kecil dihargai Rp 15 ribu perkap. Sedangkan yang ukuran besar dibandeol Rp 25 ribu perkap ukuran sedang. Di Toko Aziz putra selain melayani pembelian ecer juga melayani pembelian dalam partai banyak,” ungkapnya.