Siswa-Siswi SD Birrul Walidain Senang Terima Hadiah Pensih dari Bule Amerika

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI NOROWITO – Ratusan anak terlihat berdiri membawa bendera Indonesia dan Amerika Serikat di depan panggung di halaman Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Birrul Walidain, Rabu (26/7/2017) pagi. Tampak dua orang wanita dari turun dari panggung, kemudian masuk kedalam kelas. Mereka yakni Elicia Blackford dari California dan Kathryn Boyens.

Siswa dan siswi SD Birrul Walidain Kudus senang mendapat hadiah pensil dari Volunteer AS
Siswa dan siswi SD Birrul Walidain Kudus senang mendapat hadiah pensil dari Volunteer AS. Foto: Ahmad Rosyidi

Dua wanita berkulit putih tersebut merupakan peserta program Teachers for Global Classrooms (TGC) USA dari Illinois. Di dalam kelas, mereka mengajak anak-anak bernyanyi, setelah itu membagikan hadiah kepada anak-anak.

Noval Fatih Ali Asar (8), satu di antara sejumlah anak yang mendapat hadiah pensil, mengaku senang karena pensil yang diberikan dua bule tersebut unik. Noval sapaan akrabnya, mengungkapkan dirinya tidak paham dengan apa yang mereka nyanyikan.

“Saya senang mendapat pensil yang unik. Tadi juga diajari bernyanyi, tetapi saya tidak paham bahasanya. Yang saya tahu gerakannya seperti pundak, lutut, kaki,” ungkap murid Kelas dua Archery itu kepada Seputarkudus.com.

Di luar ruangan, terlihat seorang pria mengenakan jas hitam dan berdasi sedang memberikan arahan kepada sejumlah guru. Pria itu adalah Jamaluddin Kamal (31), yang tak lain Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Di tengah kesibukannya, Jamal begitu dia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan. Dia mengaku sangat antusias dengan kehadiran dua volunteer dari USA.

“Tadi dimulai pukul 9.15 WIB dan nanti akan selesai pukul 12.00 WIB. Tidak hanya guru, anak-anak juga terlihat sangat antusias menyambut kehadiran volunteer dari TGC USA. Kami berharap dengan kegiatan-kegiatan seperti ini akan bisa memotivasi siswa, selain itu juga bisa menambah wawasan kebangsaan mereka,” terang warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus itu.

Dia juga menjelaskan, Katrhyn dan Elicia tidak masuk keseluruh kelas, hanya kelas satu, dua dan enam. TGC merupakan program pengembangan profesi guru Amerika Serikat selama satu tahun. Program dengan field experience itu akan dijalani selama satu hingga dua pekan di negara yang di tuju dalam pengembangan profesi.

“Sebelumnya kami juga sudah pernah kedatangan guru tamu dari Polandia dan India. Jadi ini yang ketiga kalinya kami kedatangan guru dari luar negeri. Dan rencana ke depan ada guru dari Malaysia yang akan hadir,” tambahnya.