Taman Bojana, Pusat Kuliner Kudus yang Jadi Primadona Pelancong Saat Lebaran

Posted on

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Berbagai macam makanan siap santap terlihat tersaji di warung makan Taman Bojana, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Tampak di antaranya berbagai macam sate telur puyuh, sate jeroan dan sate kerbau terhidang di atas piring dekat dengan kerupuk. Sate tersebut bukanlah menu utama pusat kuliner Kudus tersebut, melainkan soto kerbau.

Sate kerbau, kuliner khas Kudus di Taman Bojana 2017_7_1
Sate kerbau, kuliner khas Kudus di Taman Bojana. Foto: Imam Arwindra

Menurut Darmo (50) satu di antara pedagang Taman Bojana, menu yang disebutkan akan selalu tersaji walau saat hari pertama Lebaran. Menurunya, setelah melakukan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Kudus dirinya akan membuka warung untuk melayani pengunjung.

Baca juga:

“Kalau Lebaran di sini (Taman Bojana) penuh. Orang lewat saja susah,” tuturnya saat ditemui di warungnya belum lama ini.

Dia yang menjual makanan khas Kudus mengaku, saat malam hari Raya Idul Fitri Darmo juga membuka warungnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan momen untuk meningkatkan pendapatan setelah sepi pengunjung selama bulan Ramadan. Selain soto kerbau, sejumlah makanan yang dijual di Taman Bojana cukup beragam, di antaranya soto ayam, pindang kerbau, opor ayam, gudeg, nasi sop dan tahu gimbal telur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dikatakan, Taman Bojana padat pengunjung dari dua hari menjelang Lebaran hingga beberapa hari setelah Lebaran. Selain karena libur, momen tersebut dimanfaatkan keluarga untuk berwisata kuliner. Menurutnya, saat momen lebaran pengunjung Taman Bojana dalam sehari mencapai 1.000 orang lebih.

Wes, pokoknya mau duduk saja susah. Antrean panjang sampai lorong-lorong jalan padat,” tuturnya yang terlihat bersemangat.

Darmo yang sudah tiga generasi menjalankan usaha kuliner soto Kudus, pindang kerbau, soto kerbau dan pindang ayam mengaku sudah terbiasa berjualan saat lebaran tiba. Menurutnya, warung Bu Marni yang dikelolanya dengan nama dibuka dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB malam. “Pokoknya sampai lemes,” tuturnya sambil tertawa.

Harga menu utama yang diberikan yakni Rp 13 ribu setiap porsi. Sedangkan untuk sate antara Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu. Darmo memberitahukan, hampir keseluran kios di Taman Bojana buka. Kemungkinan untuk kios yang tutup hanya beberapa saja.

“Ini untuk nutup pas puasa. Kalau puasa warung ikut puasa. Namun saat Lebaran, warung pun juga ikut Lebaran,” terangnya yang tinggal di Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus.

Sementara itu, pedagang nasi tahu telur gimbal Achmad Hasan (26), mengakui berbeda dengan rekannya Darmo. Dia lebih memilih membuka warungnya dua hari setelah Lebaran. Pengantin muda tersebut menuturkan, akan memanfaatkan hari pertama lebaran untuk berkunjung sanak saudara.

“Kalau saya bukanya H-2 Lebaran. Namun saat malam takbir saya tetap buka. Karena pengunjungnya pasti padat,” tuturnya yang mengenakan kaca mata.

Menurutnya, saat momentum Lebaran, warung yang didirikan kakeknya tersebut dikunjungi sekitar 200 orang setiap harinya. Pada bulan Ramadan pengunjung  yang datang hanya sekita 50 an orang. Namun pengunjung mulai meningkat tujuh hari menjelang lebaran dan puncaknya saat lebaran.

“Adanya peningkatan karena pengunjung di Ramayana. Mobil mereka di parkirkan di depan Taman Bojana. Otomatis mereka juga akan berkunjung ke sini,” jelasnya secara rinci.

Hasan memberitahukan, nasi tahu telur gimbal dengan porsi lengkap dijualnya dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan jika hanya tahu dan telur setiap porsinya diberi harga Rp 15 ribu.