Essa Collection Buat Produk Handmade Rajutan dengan Berbagai Karakter Kartun

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BURIKAN – Seorang wanita dan pria bertopi putih tampak sibuk di lantai sebuah rumah yang berada di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus. Terlihat tangan perempuan tersebut dengan cekatan merajut benang. Di sampingnya tampak beberapa prakartya hasil rajutannya dipajang di pintu rumahnya. Tempat tersebut yakni Essa Collection, usaha handmade rajutan satu-satunya di Kudus yang memiliki karakter.

Arif Afroni bersama istri menunjukkan produk Essa Collection_2017_8
Arif Afroni bersama istri menunjukkan produk Essa Collection. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Arif Afroni, pemilik Essa Collection sudi berbagi penjelasan tentang klaim tersebut. Dia menegaskan, bahwa usaha handmade rajutan miliknya satu-satunya di Kudus yang memiliki karakter. Menurutnya, membuat rajutan tidak semua orang bisa karena terbilang rumit, apalagi yang ada karakternya atau motif gambarnya.

“Silahkan cek, handmade rajutan di Kudus yang ada karakternya pasti hanya di Essa Collection. Soalnya kami sudah mengecek produk serupa di Kudus dan hanya kami yang membuat aneka handmade berkarakter,” ujar pria yang akrab disapa Arif saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Pria warga Desa Burikan, Kota, Kudus tersebut menuturkan, Essa Collection menyediakan aneka produk rajutan dengan aneka bentuk, ada yang polos maupun berkarakter. Di antaranya, tas, dompet, topi dan sepatu bayi, syal, gantungan kunci, rok bawahan dan lain sebagainya. Sedangkan aneka barang tersebut ada yang berkarakter misal Doraemon, Spiderman, Mickey Mouse, Hello Kitty dan lainnya.

“Selain karakter tokoh yang aku sebutkan tadi, kami juga siap melayani pembuatan aneka handmade rajutan dengan tokoh karakter yang diinginkan pelanggan. Kami pastikan tidak mengecewakan dan dijamin handmade dari Essa Collection sangat berkualitas,” tegasnya dengan mantab.

Pria yang dikaruniai satu anak tersebut mengungkapkan, membuat handmade rajutan selain butuh kejelian, kesabaran juga tergantung suasana hati. Karena merajut itu termasuk seni, sama dengan melukis saat sang pelukis lagi suasana hati yang tidak baik, maka lukisannya tidak bakalan jadi. Begitu juga dengan merajut, untuk menghasilkan rajutan yang berkualitas, mood sang perajut harus selalu terjaga.

Oleh sebab itu tidak semua orang bisa merajut, tapi tentu bisa dipelajari. Bahkan dia berharap bisa kerjasama dengan beberapa ibu rumah tangga yang ingin bisa merajut, dia bersama istrinya siap mengajari sampai bisa. “Kerjasama tersebut rencananya untuk jangka panjang. Para ibu-ibu tersebut yang memproduksi dan kami siap memasarkannya,” ungkapnya.

Dia mengaku, selama ini belum menemukan orang yang bisa diajak kerja sama. Beberapa kali ada orang yang belajar merajut, tapi kebanyakan mereka tidak sabar dan akhirnya keluar sebelum mereka bisa merajut. Dia berharap dalam waktu dekat bisa menemukan beberapa orang yang ingin serius bisa merajut dan bisa diajak kerjasama, hingga saat ada order dalam partai banyak, dia berani menerimanya.