Gadis Kecil Ini Bersemangat Ikuti Upacara Bendera di Bekas Bangunan Stasiun Kudus

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Sejumlah orang telah berbaris di bekas Stasiun Kudus, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Mereka hendak melaksanakan upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72, yang diselenggarakan Karangtaruna desa setempat, bersama sejumlah peserta dari berbagai komunitas di Kudus. Tak terkecuali, Zahrotul Jannah, anak empat tahun yang tampak bersemangat.

Zahra menghormat saat ikuti upacara bendera di Stasiun Kudus 2017_8
Zahra menghormat saat ikuti upacara bendera di Stasiun Kudus. Foto: Imam Arwindra

Zahra sapaan akrapnya, masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) B. Dia mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera.  “Ya, ini (upacara) pertama. Rasanya senang,” ungkap gadis kecil berbaju motif bunga-bunga, sambil terlihat malu.

Menurut Zahra, upacara pertamanya yang dilakukan di bekas Stasiun Kudus menyenangkan. Selain bisa mengikuti upacara, dirinya juga bisa menonton film yang diputar dalam rangkaian kegiatan. Selain itu dirinya mengaku bisa bermain dengan teman-temannya. “Ya senang,” tutur Zahra yang kemudian berlari mengikuti sesi foto bersama peserta upacara.

Dwi Joko Santoso (39), paman Zahra yang mendampingi saat kegiatan upacara mengaku senang keponakannya bisa mengikuti upacara bendera. Menurutnya, dengan diperkenalkan sejak dini tentang makna kemerdekaan Indonesia, cinta tanah air akan terbentuk. Selain itu, karakter anak juga bisa terbangun sejak awal.

“Semoga anak-anak di Indonesia juga diperkenalkan lebih dini untuk cinta tanah airnya,” tambahnya.

Sementara itu, Arief Indaryanto (33) Ketua Karang Taruna Kelurahan Wergu Wetan menuturkan, dilaksanakannya upacara bendera di bekas Stasiun Kudus untuk mengenang tragedi agresi militer pertama oleh pasukan Belanda tanggal 21 Juli 1947. Selain itu lanjut Arief, setelah pedagang pasar dipindah di Pasar Baru, lokasi bekas Stasiun Kudus dibiarkan begitu saja.

“Ini merupakan pertama kalinya kami mengadakan kegiatan di sini (Stasiun Kudus), karena tahun sebelumnya masih digunakan para pedagang untuk berjualan,” jelasnya.

Dia berharap, lokasi bekas Stasiun Kudus dijaga keutuhannya. Supaya kelak generasi selanjutnya dapat belajar dari lokasi peninggalan sejarah di Kabupaten Kudus tersebut. Dia sangat bersyukur, bila bekas stasiun tersebut bisa direvitalisasi dan difungsikan kembali untuk transportasi kereta api. “Kalau bisa jangan dibuat bangunan modern,” tambahnya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menggandeng sejumlah komunitas di Kudus. Komunitas tersebut di antaranaya Jenank, Onto Onto Tok (OOT), Omah Dongeng Marwah dan beberapa komunitas lainnya. Selain upacara bendera, pihaknya juga menyelenggarakan lomba fotografi.