Hampir Putus Asa, Arif Bangkit Pasarkan Handmade Rajutan Usai Ikut Reuni

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BURIKAN – Di tepi selatan Jalan Bakti tepatnya di pojok lampu merah perempatan Desa Burikan, Kecamatan Kota Kudus, tampak sebuah rumah berwarna putih. Di dalam sebuah rumah terlihat seorang pria mengenakan topi putih sedang sibuk membantu istrinya yang sedang merajut. Pria tersebut yakni Arif Afroni (45) yang semangat memasarkan handmade rajutan istrinya setelah ikut reuni Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Arif Afroni bersama istri membuat produk rajutan hand made_2017_8
Arif Afroni bersama istri membuat produk rajutan hand made. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Arif itu sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, mulai memasarkan handmade rajutan istrinya sejak Februari tahun ini. Namun selama dua bulan memasarkan aneka rajutan yang dibuat istrinya tersebut hanya laku satu pcs dan hampir membuatnya putus asa.

Baca berita selengkapnya: Essa Collection Buat Produk Handmade Rajutan dengan Berbagai Karakter Kartun

Selain hampir putus asa dia mengaku mulai pesimis. Hingga pada Bulan April dia mendapatkan undangan reuni MTs N lulusan 1987. Saat itu dirinya berniat tidak datang ke acara reuni dikarenakan minder karena banyak temannya yang sudah sukses. Namun teman-temannya tersebut meyakinkannya untuk datang. “Sekalian beritahukan kepada mereka kalau kamu punya usaha handmade rajutan,” ujarnya menirukan ucapan temannya.

Pria berkaca mata tersebut melanjutkan, ternyata saat di acara reuni tersebut dan setelah dirinya memberi tahukan kepada teman-temannya tentang handmade rajutannya. Para teman-temanya itu banyak yang support, memberi masukan, ada juga yang bantu memasarkan serta di acara reuni tersebut banyak pula temannya yang memesan aneka handmade rajutan buatan istrinya.

Seusai pulang dari acara reuni tersebut dia mengaku senang dan timbul semangat untuk memasarkan aneka handmade rajutan istrinya. Istrinya juga diminta olehnya untuk terus berinovasi agar aneka handmade rajutan buatannya makin inovasi banyak pilihan hingga mematik minat orang untuk memilikinya.

Dia mengatakan, istrinya bisa membuat aneka handmade rajutan sesuai pesanan di antaranya, tas ransel rajut berkarakter yang dijual dengan harga mulai Rp 300 ribu. Untuk yang tidak ada karakternya dihargai Rp 250 ribu per pcs.  Ada juga slim bag yag dibanderol mulai Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, dompet dijualnya Rp 100 ribu.

“Selain tas dan dompet istriku juga bisa membuat rok rajutan, syal rajut dan bungkus tempat minum berkarakter yang kami jual mulai Rp 75 ribu per pcs. Gantungan kunci serta kami juga bisa membuat sepatu serta topi bayi rajut yang kami bandrol sepaket Rp 100 ribu,” jelasnya.

Selama ini pemesan tidak hanya orang Kudus saja melainkan juga lain daerah di antaranya, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Pekalongan, Demak, dan daerah lainnya.”Aku berharap usaha handmade rajutan yang kami rintis bisa berkembang dan aneka handmade rajutan istriku makin diminati banyak orang,” harap pria yang dikaruniai satu anak tersebut.