Isna Segera Peluk Ibunya yang Baru Tiba dari Tanah Suci

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Perempuan berbaju motif bunga dan krudung warna merah, tampak bergegas merangsek ke dalam gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), beberapa waktu lalu. Perempuan bernama Isnaini Permata Hati itu ingin segera menemui kedua orang tuanya yang baru tiba Tanah Suci.

Isna (tengah) memeluk ibundanya yang baru saja tiba dari Tanah Suci_2017_7_24
Isna (tengah) memeluk ibundanya yang baru saja tiba dari Tanah Suci. Foto: Imam Arwindra

Bersama ratusan orang, dia tampak serius mencari keberadaan orang tuanya. Isna terlihat berlari-lari kecil dan langsung memeluk erat kedua orang tuanya saat bertemu. Dia kemudian mencium kedua pipi ibunya dan mencium tangan ayahnya.

Ibunda Isna, Siti Mutmainah (52) tanpa basa-basi terlihat membalas pelukan Isna. Mereka tampak emosional dan hanyut dalam suasana haru. Kepada Seputarkudus.com, Isna mengaku tak bisa membendung emosinya saat bertemu ayah dan ibunya. Dia mengaku bersyukur orang tuanya bisa kembali dari ibadah dengan selamat. “Saya bersyukur bisa bertemu lagi,” tuturnya sambil terus memeluk ibunya.

Bapak Isna, Joko Sugianto (53) yang masih menunggu Isna dan istrinya berpelukan, mengungkapkan, ibadah haji yang dilakukan berjalan dengan lancar. Dia menceritakan, selama menjalankan ibadah merasakan bahagia saat menjalankan tawaf. Sampai-sampai ketika masih berada di Kakbah dia tidak ingin kembali ke pemondokan. “Rasanya senang, bahagia,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Bambang Sutejo, bersama 13 anggota keluarganya juga datang ke JHK untuk menjemput keluarganya yang baru saja tiba dari Tanah Suci. Menurut Bambang, jemaah yang dijemput yakni kedua mertuanya. “Ini ada dua mobil yang ikut. Tapi di rumah keluarga besar dan tetangga juga sudah menunggu,” ungkapnya warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Bambang mengaku sangat senang kedua mertuanya bisa selamat hingga kembali sampai Kudus. Menurutnya, perjuangan mereka untuk bisa berangkat haji sangat menginspirasi. Kedua mertuanya bernama Sudiono dan Rumisih harus menyisihkan hasil panen padinya untuk ditabung. Selain itu, mertua perempuannya masih harus berdagang krupuk supaya bisa menabung untuk berangkat haji. “Daftarnya tahun 2009, berangkatnya tahun ini (2017),” jelasnya.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus Noor Badi mengungkapkan, jemaah yang tiba di Kudus yakni Kelompok Terbang (kloter) 37 sejumlah 355 orang. Menurutnya dari jumlah awal 257 orang, ada dua jemaah yang meninggal. “Untuk keseluruhan jamaah asal Kudus ada empat yang meninggal. Untuk  yang dua  dari kloter ini (37),” ungkapnya.

Menurutnya, nama jemaah yang meninggal yakni Sulti Sanaji Ngadiman asal Desa  Temulus  Kecamatan Mejobo  dan  H Sipan Kamto Marwi Sirin berasal dari Pasuruan Lor Kecamatan. Mereka meninggal karena sakit saat menjalani proses ibadah haji.  Menurut  Noor Badi, jemaah yang meninggal akan mendapatkan asuransi senilah Rp15 juta hingga Rp 16 Juta. “Uang akan langsung kami kirim ke rekening jemaah,” jelasnya.

Selanjutnya, jemaah asal Kudus lainnya dengan kloter  85,86 dan  87 dijadwalkan tiba di Kudus  tanggal  3 Oktober 2017 mendatang.