Saking Larisnya, Solikhin Tak Bisa Menyetok Kasur di Tokonya

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SINGOCANDI – Di tepi barat Jalan KH Muhammad Arwani Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, tepatnya di sebelah barat SMP 4 Kudus, tampak sebuah rumah. Di bagian depan rumah tersebut dijadikan toko untuk menjual kasur, bantal dan guling. Tempat tersebut yakni UD barokah. Saking banyaknya pesanan di toko tersebut, pemilik toko yang sekaligus produsen itu tak pernah ada memiliki stok kasur.

Sholikin, produsen kasur dan bantal berbahan kapuk di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus
Sholikin, produsen kasur dan bantal berbahan kapuk di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Solikhin (46), selaku pemilik usaha pembuatan kasur tersebut, menuturkan, meski memiliki toko untuk menyetok kasur dan bantal yang mereka produksi, namun selama ini dia tidak pernah punya setok kasur untuk dipajang di tokonya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya order pembuatan kasur yang dia terima.

Alhamdulillah selama ini order lancar dan selalu berdatangan. Saking banyaknya kami tidak bisa menyetok kasur untuk di pajang di toko kami. Bahkan satu kasur yang ada itu juga pesanan orang dan tinggal menunggu diambil yang pesan,” ungkap Solikhin saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Pria yang sudah dikaruniai dua orang anak itu mengungkapkan, selain tidak bisa menyetok kasur  dirinya juga harus pintar memberi tenggat waktu kepada para pemesan agar mereka tidak kecewa. Menurutnya, biasanya dia minta waktu pengerjaan sekitar sepekan hingga dua pekan. Namun, seandaianya kasur bisa jadi lebih cepat maka si pemesan akan dikabarinya.

Dia menuturkan, membuat kasur sesuai permintaan pelanggan. Selama ini ada beberapa macam unkuran yang dipesan yakni ukuran 1×1,9 meter yang dihargai Rp 530 ribu. Untuk ukuran 1,2×1,9 meter dibandrol Rp 650 ribu, ukuran 1,4×1,9 meter dihargai Rp 710 ribu. Sedangkan ukuran 1,6×2 meter dan 1,8×2 meter dibanderol masing-masing Rp 820 ribu dan Rp 950 ribu.

“Harga tersebut tidaklah baku, bisa lebih mahal atau juga bisa lebih murah. Karena sebenarnya harga ditentukan oleh berat kapuk yang diisikan, dengan harga kapuk Rp 27 ribu per kilogram. Khusus untuk ukuran lebar 1,6 dan 1,8 jika pemesan minta dijadikan model kupu tarung, maka si pemesan harus menambah ongkos Rp 30 ribu,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga bantal, tuturnya, dijual mulai Rp 20 ribu per pcs hingga Rp 35ribu. Sedangkan bantal guling dijualnya Rp 35ribu sampai 55 ribu. “Dalam sebulan kami bisa menjual ratusan bantal serta guling. Sedangkan kasur kami hanya mampu mengerjakan sekitar 20 kasur saja sebulan meski pesanannya jauh lebih banyak,” ungkapnya.

Pria berkaca mata itu mengatakan, berbeda dengan kasur yang tak mampu menyetok, di tokonya tersebut masih bisa memajang beberapa bantal dan guling. Itu dikarenakan pembuatan bantal dan guling bisa lebih cepat serta istrinya juga bisa ikut mengisi kapuk untuk bantal dan guling. Sedangkan pembuatan kasur hanya dirinya saja yang mengerjakan.