Guru TPQ TBS Ini Nyambi Berjualan Es, Omzet Sehari Rp 4,5 Juta

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, KAJEKSAN – Di tepi Jalan KH Turaichan Adjhuri Kelurahan kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak beberapa motor terparkir di depan sebuah kios. Di dalamnya terlihat ramai pembeli sedang mengantre. Di sudut lain tampak seorang perempuan berjilbab abu-abu senantiasa menyapa orang datang ke warungnya. Perempuan tersebut bernama Qurrotu Ainy (34), pemilik Syafa Ice.

20171025_RS_Qurrotu Ainy, pemililk Syafa Ice2
Qurrotu Ainy, pemililk Syafa Ice. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut, perempuan yang akrab disapa Eny itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, Syafa Ice menjual aneka macam minuman es. Dan sejak ada menu baru sekitar dua bulan lalu, yakni Mangow Wow, omzetnya naik. Sebelum ada Mango Wow, dia hanya mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 2,5 juta sehari, sekarang omzetnya naik menjadi Rp 4,5 juta sehari.

Baca juga: Wow, Beli Minuman di Warung Ini Bisa Dapat Samsung Galaxy J2 Prime

“Kalau aku hitung-hitung, sejak ada menu Mangow Wow omzetnya naik sekitar 80 persen. Dan dua pekan lalu kami juga menyediakan menu baru yakni Sop Duren yang juga sangat diminati banyak pembeli,” ungkap perempuan yang berprofesi jadi guru tersebut.

Perempuan warga Kelurahan kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus itu menuturkan, menjadi guru sejak tahun 2004. Kini dirinya mengajar di tiga tempat, yakni Ponpes Yanbu’ul Qur’an, SD Nawakartika, dan Madrasah TPQ TBS.

Eny mulai membuka Syafa Ice sejak tahun 2013. Menurutnya, ide tersebut muncul karena dirinya gemar minum es jus buah. Karena kegemarannya tersebut, terlintas dibenaknya untuk membuka usaha sampingan, yakni berjualan aneka jenis es.

“Saat itu memang pikirku daripada membeli es jus terus, kan mending berjualan sekalian. Karena saat itu aku juga seorang guru jadi aku mengerjakan satu orang karyawan untuk melayani pembeli. Dan nama Syafa yang berarti pertolongan aku pilih untuk nama usahaku, dengan harapan agar senantiasa diberi pertolongan oleh Allah SWT,” terangnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua orang anak tersebut bersyukur, Syafa Ice kini sudah memiliki banyak pelanggan. Bahkan menurutnya, sejak ada dua menu minuman baru, pelanggannya tidak hanya datang dari Kudus, tapi juga ada juga yang datang dari daerah tetangga yakni, Semarang, Jepara, Pati, serta Demak.

“Sejak ada Mangow dan sop duren memang pelangganku makin banyak. Sekarang karyawanku ada lima orang yang aku bagi menjadi dua sift kerja. Warung saya buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain itu di Sayafa Ice juga ada fasilitas wifi gratis, jadi para pembeli bisa satai minum es sambil ngenet,” ungkapnya.