Amel Senang, KTP-nya ‘Diantar’ Disdukcapil ke Sekolahan

Diposting pada

Demi untuk mencapai target perekaman data kependudukan terhadap masyarakat yang telah wajib memeliki kartu tanda penduduk (KTP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mendatangi sekolah-sekolah tingkat atas. Bagi para siswa yang telah wajib memiliki KTP, mereka diminta untuk melakukan perekaman data di sekolah.

Amel, adalah satu di antara siswa yang mendapatkan layanan istimewa tersebut. Dia tak menyia-nyiakan kesempatan saat petugas Disdukcapil yang datang ke sekolahnya lengkap dengan peralatan pencatatan.

Dia mengaku sangat senang bisa melakukan perekaman data dan membuat KTP di sekolahan. ”Jadi, saya tidak perlu datang ke kantor dinas sana untuk buat KTP. Apalagi waktunya kan, kadang tidak bisa. Senang petugasnya yang datang ke sekolah. Kan, habis ini saya pasti butuh KTP buat mendaftar kuliah nanti,” terangnya.

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretarsi Dinas Putut Winarno mengatakan, petugas juga melakukan sosialisasi untuk mengingatkan para siswa pentingnya memiliki dokumen administrasi kependudukan.

”Kalau yang sudah wajib KTP biasanya adalah siswa yang ada di tingkat akhir. Mereka ini kan, akan lulus sekolah. Sehingga memerlukan dokumen kependudukan untuk keperluan mereka selanjutnya,” jelasnya.

Terlebih, pengurusan adminduk adalah sebuah hal yang harus dilakukan warga negara. Pemerintah kemudian membuat prosesnya semakin mudah. Pelayanan adminduk sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan. (advertorial)