Gebyok Khas Kudus Buatan Warga Undaan Tengah Ini Dijual Ratusan Juta

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN – Tiga orang tampak sedang sibuk di dalam tempat usaha pembuatan gebyok ukir bernama Gong Sekaten, di tepi Jalan Kudus–Purwodadi, Desa Jetis kapuan, Kecamatan Jati, Kudus. Terlihat dua orang sedang menempel ukiran pada balok kayu, sedangkan lainnya mengamplas ukiran. Satu di antara tiga orang tersebut yakni Malikan (52), pemilik Gong Sekaten. Gebyok hasil produksinya dijual hingga ratusan juta rupiah.

20171102_RS_Malikan, pemilik usaha ukir gebyok di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus. Foto Rabu Sipan
Malikan, pemilik usaha ukir gebyok di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus. Foto Rabu Sipan

Sambil tetap melanjutkan aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Malik itu sudi memberi penjelasan kepada Seputarkudus.com, tentang usahanya itu. Dia mengungkapkan, di Gong Sekaten miliknya dia memproduksi berbagai macam produk ukir, di antaranya, gebyok, pintu gapura, jendela ukir dan lainnya.

Dia menuturkan, menekuni usaha ukiran sudah puluhan tahun. Pria Warga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus itu mengatakan, dirinya selalu berinovasi dengan bentuk dan jenis ukiran yang dijualnya. Hal tersebut dilakukannya untuk mematik minat calon pembeli, jika dulu semua produk ukirannya berhiaskan ukir Kudusan, sekarang dimodifikasi dengan ukiran Tiongkok.

“Dulu aneka produk ukiran di Gong Sekaten murni menggunakan ukir Kudusan. Namun sekarang aku modifikasi dengan menggabungkan ukiran Kudusan dan ukiran Tiongkok dengan menambah ornamen ukir naga, killin, dan burung. Dan Ahamdulillah sejak aku memodifikasi ukiran tersebut ada saja pembeli aneka produk ukiranku,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Gong Sekaten membuat aneka produk ukir di antaranya pintu gapuro penuh ukir dengan ukuran 2,2×3 meter dihargai Rp 35 juta. Gasebo dibanderol mulai Rp 20 juta hingga Rp 60 juta. Untuk jendela ukir di jual dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 18 juta, harga ditentukan kualitas kayu serta kerumitan ukiran.

Selain itu, tambah dia, Gong Sekaten juga menyediakan gebyok penuh ukir berukuran panjang 10,5×3 meter yang dijualnya dengan harga Rp 350 juta. Ada juga joglo yang dihargai Rp 200 juta hingga Rp 600 juta. Serta rumah adat kudusan ukiran penuh semua yang harganya bisa sampai Rp 2,5 milyar.

“Semua produk ukiran di Gong Sekaten bahannya dari kayu jati tua yang umurnya sudah puluhan tahun dan kuat bertahan hingga ratusan tahun. hasil ukirannya juga sangat rapi dan halus. Dijamin semua produk ukir di Gong Sekaten sangat istimewa dan pasti tidak mengecewakan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini dirinya sedang sepi pesanan pembuatan produk ukiran, bahkan bisa dikatakan tidak ada pesanan. Meski begitu dirinya memutuskan untuk tetap membuat produk ukiran, karena dia yakin, pembeli akan datang.

“Calon pembeli bisa tahu kayu jati yang kami gunakan hampir semuanya kayu jati tua. Tidak hanya melihat hasil karya kami dari foto saja. Oleh karena itu setok itu bagiku sangat penting, dan aku yakin semua setok itu akan terjual semua” ungkapnya.