Pria Asal Mayong Ini Berjualan Durian di Kudus, Keuntungan Bersih Rp 2 Juta Sehari

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi barat jalan tepatnya di depan Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, kudus tampak sebuah mobil bak terbuka warna hitam yang dipenuhi buah durian. Di sisi bak mobil tersebut terlihat seorang pria tambun bertelanjang dada sedang melayani beberapa pembeli. Pria tersebut yakni Supeno (42), yang berjualan durian ditemani istrinya.

20171104_RS_Supeno melayani pembeli durian yang datang
Supeno (telanjang dada) melayani pembeli durian yang datang. Foto: Rabu Sipan

Di sela melayani pembeli, pria yang akrab disapa Peno itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, sudah sekitar 20 tahun berjualan durian. Menurutnya, berjualan buah durian lumayan menguntungkan. Sayangnya, lanjut dia, berjualan buah dengan aroma yang menggugah selera itu tidak bisa dilakukannya setiap hari sepanjang tahun. Oleh sebab itu selain berjualan durian, dia juga merintis usaha lainnya, yakni giling padi serta pembuatan bata merah.

“Sekarang kedua usahaku itu juga masih bertahan, hasilnya juga lumayan. Meski hasilnya lumayan, setiap musim durian datang aku pasti berjualan durian dan kedua usahaku itu dikelola oleh anakku. Karena berjualan durian itu sangat laris dan menguntungkan. Dalam sehari saja aku bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 2 juta sehari,” ujarnya sambil mengikat durian yang mulai pecah menggunakan rafia.

Pria yang asal Mayong, Jepara, itu mengungkapkan, mulai berjualan durian di Kudus sekitar lima tahun yang lalu. Sedangkan sebelumnya, dia dan istrinya menjajakan durian di Jepara. Dia mengatakan, selama berjualan di Kudus setiap hari dirinya membawa sekitar 500 buah durian dari berbagai jenis dan ukuran, dan jumlah tersebut pasti habis dalam sehari. Bahkan saat akhir pekan penjualannya bisa lebih laris karena durian dengan jumlah yang sama bisa habis terjual setengah hari.

Dia menuturkan, durian yang dijualnya tersebut lumayan murah dibanding yang lainnya. Bahkan ada beberapa para pedagang durian di Kudus yang membeli darinya untuk dijual kembali. Kemudian Peno pun merinci harga durian yang dijualnya. Untuk buah durian jenis biasa dijualnya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu perbuah. Durian jenis sukun dihargai Rp 50 ribu per buah serta Durian Petruk dijualnya Rp 100 ribu per buah.

“Selain murah, durian yang kami jual dijamin manis dan sudah matang serta bergaransi. Jika ada pembeli durianku dan rasanya tidak manis, atau mungkin juga kurang matang silahkan bawa kesini lagi pasti akan kami ganti dengan durian yang baru,” ungkap pria yang sudah dikaruniai empat anak tersebut.