8 Aliran Kepercayaan di Kudus Bisa Masuk Kolom Agama di KTP

Diposting pada

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyatakan mengabulkan permohonan agar penghayat kepercayaan dicantumkan dalam kolom kartu tanda penduduk (KTP), belum lama ini. Oleh karena itu, aliran kepercayaan akan segera bisa tercantum dalam KTP, termasuk di Kudus.

Menurut Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo, MK telah mengabulkan gugatan atas pasal 61 Undang-Undang Nomor 23/2006 dan pasal 64 Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Dari data yang pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus, jumlah aliran kepercayaan di Kabupaten Kudus sebanyak delapan aliran kepercayaan.

Kedelapan aliran kepercayaan tersebut, yakni Pramono Sejati, Paguyuban Budi Luhur, Paguyuban Kawruh Kodrating Pangeran, Paguyuban Sapti Darmo, dan Paguyuban Sumarah. Aliran kepercayaan lainnya, yakni Hardo Pusoro, aliran Ngilmu Sejati, dan Sedulur Sikep atau Samin.

“Dengan adanya putusan tersebut, maka para penganut aliran kepercayaan bisa mencantumkan identitasnya sebagai penganut aliran kepercayaan di kolom agama saat membuat kartu tanda penduduk (KTP). Sebelumnya kolom agama hanya dikosongi,” tuturnya.

Dia menambahkanm, pengurusan adminduk, adalah sebuah hal yang harus dilakukan oleh warga. Apalagi, pelayanan adminduk memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri,” tuturnya.

Hal itu, kata Hendro, tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan. (advertorial)