Masyarakat Kudus Tak Perlu Antre untuk Membuat KTP, KK dan Akta Kelahiran

Diposting pada

Mengajukan pembuatan KTP, KK, Akta Kelahiran rumit dan tak kunjung jadi, merupakan “lagu lama”. Di Kudus, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memproses pengajuan adminduk dari masyarakat. Whats App, merupakan platform digital yang dipilih untuk memproses alur pengajuan. Sehingga tak butuh waktu lama, adminduk yang diajukan masyarakat segera diproses dan jadi.

”Nah, di sinilah peran para kades akan dilakukan. Mereka akan melayani warga dalam proses pembuatan adminduk,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno.

Pelayanan adminduk yang diberikan, mulai dari pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, ataupun layanan adminduk lainnya. ”Ini tentu akan memangkas waktu, sehingga warga tidak bolak-balik ke kantor dinas untuk mengurus adminduk. Mereka juga bisa terhindar dari antrean yang ada. Juga tentu saja memangkas biaya yang dikeluarkan oleh warga,” jelasnya.

Pengurusan adminduk, adalah sebuah hal yang harus dilakukan oleh wargas. Apalagi, pelayanan adminduk memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Namun, menurut Putut, tidak semua kebutuhan adminduk bisa dilayani lewat grup WA tersebut. Ada juga yang warga harus tetap datang sendiri untuk melakukanna. Misalnya saja untuk perekaman KTP Elektronik, yang memang dilakukan di kantor dinas. ”Karena memang ketentuannya begitu. Kalau perekaman kan tdak bisa dilakukan lewat grup. Sehingga harus tetap datang langsung ke kantor kami,” ujarnya.

Sejauh ini, Putut mengatakan jika para camat dan kades, tidak berkeberatan dengan metode yang dijalankan. Mereka menyadari bahwa sudah menjadi salah satu tugasnya untuk melayani warga dengan baik.

”Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para camat dan kades yang sudah sangat baik dalam mendukung upaya pelayanan kepada warga ini. Mereka menyadari bahwa melayani warga itu sudah menjadi tugas yang harus dilakukan. Sehingga, sejauh ini program tersebut berjalan dengan baik,” imbuhnya.